TVS Callisto 110 terbaru resmi meluncur di Indonesia dengan membawa dua daya tarik yang langsung menonjol di kelas skutik entry level. Lampu sein pada motor ini bisa mati sendiri setelah melewati tikungan, sementara bagasinya diklaim mampu memuat dua helm half face.
Kombinasi fitur praktis dan harga yang terjangkau membuat model ini menarik perhatian. TVS memasarkan Callisto 110 terbaru dengan banderol Rp 20,9 juta on the road Jakarta, dan menyiapkan harga khusus Rp 19,9 juta untuk 150 pembeli pertama.
Anthony Ho, Regional Business Head – Indonesia & Singapore TVS Motor Company, menyebut model ini mengalami banyak perubahan dibanding generasi sebelumnya. Pembaruan itu tidak hanya menyentuh desain, tetapi juga fitur yang kini dibuat lebih lengkap.
Indonesia disebut sebagai pasar utama bagi TVS. Karena itu, peluncuran Callisto 110 terbaru menjadi langkah penting bagi merek tersebut untuk memperkuat persaingan di segmen skutik harian.
Fitur yang jadi nilai jual utama
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah auto-off turn signal. Sistem ini membuat lampu sein mati otomatis setelah motor melalui tikungan, sehingga pengendara tidak perlu mematikannya secara manual.
Fitur lain yang ikut disematkan adalah emergency brake warning. Ada pula integrated starter generator atau ISG yang menambah kesan modern pada skutik ini.
TVS juga membekali motor tersebut dengan front fuel filling. Posisi pengisian bahan bakar di bagian depan ini memberi kepraktisan tambahan saat pengendara mengisi bensin.
Kemudian ada smart all-in one lock yang mendukung kemudahan penggunaan sehari-hari. Secara keseluruhan, menurut Anthony, Callisto 110 memiliki 23 fitur andalan.
Bagian bagasi menjadi sorotan lain yang sulit diabaikan. Kapasitasnya mencapai 33 liter dan disebut cukup untuk menampung dua helm half face, sebuah keunggulan yang penting untuk kebutuhan mobilitas harian.
Desain berubah total
Dari sisi tampilan, TVS Callisto 110 terbaru disebut berubah total dibanding model lama. Skutik ini kini hadir dengan gaya yang lebih modern berkat penggunaan headlamp yang terhubung.
Garis desainnya juga dibuat lebih tajam dan agresif. Perubahan ini memberi kesan yang lebih segar untuk konsumen yang mencari skutik kompak dengan tampilan tidak lagi konservatif.
TVS tetap memberi perhatian pada material bodi. Bodi samping dan spakbor motor ini sudah menggunakan material metal yang disebut kuat.
Pendekatan itu membuat Callisto 110 tidak hanya mengandalkan kosmetik. Ada upaya menghadirkan kesan kokoh pada bagian yang langsung terlihat dan sering bersentuhan dengan penggunaan harian.
Dimensi dan ergonomi
Callisto 110 terbaru memiliki panjang 1.838 mm, lebar 664 mm, dan tinggi 1.175 mm. Jarak sumbu rodanya 1.275 mm dengan tinggi jok 756 mm.
Ukuran tersebut menunjukkan motor ini tetap bermain di area skutik kompak yang ramah dipakai harian. Tinggi jok 756 mm juga memberi gambaran posisi duduk yang relatif mudah dijangkau.
Kombinasi dimensi itu mendukung penggunaan di lalu lintas perkotaan. Pada saat yang sama, ruang penyimpanan besar menjadi nilai tambah yang biasanya dicari pengguna skutik praktis.
Mesin masih 113 cc
Untuk sektor penggerak, TVS Callisto 110 terbaru masih memakai mesin CVTi silinder tunggal berkapasitas 113 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 5,9 kW dan torsi puncak 9,8 Nm.
Sistem transmisinya otomatis. Sementara pembakaran sudah menggunakan injeksi, yang kini menjadi kebutuhan dasar di segmen skutik modern.
Pilihan mesin tersebut menempatkan Callisto 110 sebagai skutik yang fokus pada kebutuhan harian. TVS tidak mengedepankan performa besar, melainkan keseimbangan antara kepraktisan, efisiensi fitur, dan harga jual.
Di pasar Indonesia, strategi itu terlihat jelas dari posisi harganya yang sangat terjangkau. Dengan pembaruan desain, fitur seperti sein mati otomatis, serta bagasi 33 liter yang muat dua helm half face, TVS Callisto 110 terbaru mencoba menawarkan paket yang langsung relevan untuk penggunaan harian di kota.
Source: oto.detik.com






