Deepal S05 Siap Masuk GIIAS 2026, Jadi Kartu Baru Changan untuk Naikkan Penjualan

Author: Qoo Media

Changan Automobile bersiap membawa Deepal S05 ke GIIAS 2026 sebagai senjata baru untuk memperkuat penjualan di Indonesia. Langkah ini menarik perhatian karena S05 bukan sekadar model tambahan, melainkan mobil yang masuk ke segmen elektrifikasi yang masih sangat terbatas di pasar domestik.

Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, Deepal S05 akan menjadi salah satu model paling penting bagi Changan di pameran tersebut. Alasannya sederhana, merek ini masih berada di fase awal membangun basis konsumen dan membutuhkan produk yang bisa langsung mencuri perhatian.

Model baru untuk pasar yang masih terbuka

Deepal S05 diposisikan sebagai SUV terbaru dari Changan di Indonesia. Berbeda dengan Deepal S07 yang sudah berstatus mobil listrik penuh, S05 hadir sebagai REEV atau range-extended electric vehicle, yang dalam praktiknya lebih dekat ke kategori PHEV atau plug-in hybrid.

Skema penggeraknya masih menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai. Keunggulannya ada pada jarak tempuh yang lebih jauh, karena model ini disebut dapat melaju lebih dari 1.000 km tanpa harus bolak-balik mengisi bensin dan baterai.

Changan melihat peluang besar dari karakter itu. Saat ini belum ada mobil REEV yang dijual di Indonesia, sehingga S05 berpotensi menjadi model pertama di kelasnya dan membuka ceruk pasar baru untuk merek tersebut.

Disiapkan dalam tiga varian

Changan disebut akan membawa tiga varian Deepal S05. Strategi ini menunjukkan bahwa pabrikan tidak hanya ingin hadir secara simbolis, tetapi juga berupaya menyiapkan pilihan yang lebih luas bagi konsumen.

Target utamanya jelas, yaitu mendongkrak volume penjualan. Changan baru membukukan penjualan mobil dalam hitungan ratusan unit di Indonesia, dengan Deepal S07 dan Lumin mencatat total 231 unit sepanjang Januari-Mei 2026.

Angka itu membuat S05 dipandang sebagai model yang harus bekerja lebih keras. Bahkan jika penjualannya nanti dilakukan bertahap, Changan tetap berharap model ini bisa memberi kontribusi yang lebih besar dibandingkan dua model yang sudah lebih dulu dipasarkan.

Masuk dari Thailand, bukan langsung dirakit lokal

Deepal S05 tidak akan langsung datang dari jalur produksi lokal. Untuk tahap awal, model ini akan diimpor dalam bentuk CBU dari Thailand, berbeda dengan S07 dan Lumin yang sudah dirakit di dalam negeri.

Changan tampaknya melihat langkah itu sebagai cara paling cepat untuk memulai penjualan. Selain karena Thailand sudah lebih dulu merakit model tersebut, spesifikasi unit yang masuk ke Indonesia juga disebut tidak jauh berbeda dari versi yang dipasarkan di sana.

Namun, skema impor ini juga membawa konsekuensi. Jika permintaan S05 melonjak tinggi di Indonesia, Changan disebut akan mempertimbangkan perakitan lokal agar pasokan bisa mengikuti kebutuhan pasar.

Harga jadi penentu daya tarik

Di tengah status impor CBU, harga menjadi faktor yang sangat menentukan. Deepal S05 diperkirakan akan dibanderol sekitar Rp 500 jutaan, angka yang dinilai penting agar model ini tetap kompetitif di pasar.

Posisi harga itu juga dianggap sebagai titik tengah yang masuk akal. Deepal S07 sudah berada di kisaran Rp 700 jutaan meski dirakit lokal, sedangkan S05 perlu dipasang di level yang lebih rendah agar bisa menarik minat pembeli di segmen REEV.

Jika benar berada di kisaran tersebut, S05 akan mengisi ruang di antara S07 dan Lumin. Changan tampaknya ingin menjadikan model ini sebagai daya tarik baru yang tidak hanya memperluas lini produk, tetapi juga membantu memperbaiki angka penjualan merek di Indonesia.

Persaingan internal dan peluang baru

S07 dan Lumin sendiri masih punya tempat di segmennya masing-masing. S07 menghadapi persaingan ketat di kelasnya, sementara Lumin juga harus berhadapan dengan lawan-lawan kuat seperti BYD Atto 1, Geely EX2, dan Chery Q.

Meski begitu, kedua model itu tetap mampu mencatatkan hasil yang cukup memuaskan bagi Changan. Kehadiran S05 lalu diproyeksikan menjadi lapisan baru yang memperkuat portofolio merek ini, terutama karena ia masuk sebagai REEV pertama yang dijual di Indonesia.

Kehadiran model tersebut di GIIAS 2026 juga bisa menjadi penanda arah baru pasar elektrifikasi di Tanah Air. Jika respons konsumen positif, bukan tidak mungkin model serupa dari merek lain akan ikut hadir setelahnya.

Source: ridertua.com
Terbaru