Gelombang pertama Mazda 6e versi setir kanan mulai terlihat di Thailand. Sebanyak 500 unit mobil listrik liftback itu terpantau berada di Pelabuhan Laem Chabang, menandai persiapan peluncuran resmi untuk pasar kemudi kanan.
Temuan ini penting karena menjadi penampakan publik pertama Mazda 6e versi produksi dengan konfigurasi setir kanan. Kehadirannya memperkuat sinyal bahwa peluncuran model ini di Thailand dan Australia pada Juli 2026 sudah semakin dekat.
Mazda 6e merupakan nama global dari Mazda EZ-6 yang lebih dulu dipasarkan di China. Model ini diproduksi di fasilitas Changan-Mazda di Nanjing, China, lalu dikirim ke pasar ekspor yang akan menerima konfigurasi setir kanan.
Selain Thailand dan Australia, Mazda juga telah mengonfirmasi pemasaran 6e di Inggris, Singapura, Hong Kong, dan Indonesia. Sementara itu, Malaysia masih disebut sebagai pasar yang sedang dipertimbangkan.
Langkah pengiriman awal ke Thailand menunjukkan strategi distribusi yang mulai bergerak untuk pasar regional. Mazda juga diperkirakan akan terus mengirim unit tambahan ke negara-negara dengan sistem kemudi kanan dalam beberapa bulan mendatang.
Dari EZ-6 ke 6e
Mazda EZ-6 pertama kali diperkenalkan di China pada Oktober 2024. Setelah itu, versi global dengan nama Mazda 6e menjalani debut di Brussels Auto Show 2025 sebelum pengiriman ke pasar Eropa dimulai pada pertengahan tahun yang sama.
Ada perbedaan penting antara model China dan versi ekspor. Di China, EZ-6 tersedia dalam pilihan kendaraan listrik murni dan extended-range electric vehicle, sedangkan Mazda 6e untuk pasar ekspor saat ini hanya ditawarkan sebagai mobil listrik berbasis baterai.
Mazda 6e dibangun di atas platform EPA1 milik Changan. Platform yang sama juga digunakan oleh sedan Deepal SL03, Deepal L07, serta SUV listrik Mazda CX-6e atau EZ-60 yang dipasarkan di China.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari kerja sama strategis Mazda dan Changan. Meski memakai teknologi dasar dari Changan, Mazda menyatakan telah melakukan berbagai penyempurnaan agar karakter berkendaranya tetap sesuai dengan identitas merek.
Filosofi “Jinba-Ittai” tetap dipertahankan dalam pengembangan mobil ini. Konsep tersebut menekankan kesatuan antara pengemudi dan kendaraan, yang selama ini menjadi salah satu ciri utama Mazda.
Spesifikasi dan baterai
Di pasar China, EZ-6 tersedia dengan baterai LFP CATL-Changan berkapasitas 56,1 kWh dan 68,8 kWh. Kedua pilihan itu menawarkan jarak tempuh hingga 480 kilometer dan 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui motor listrik tunggal. Outputnya disebut berada di kisaran 255 hp.
Untuk varian EREV di China, Mazda memasangkan baterai LFP 28 kWh dengan mesin bensin 1,5 liter sebagai range extender. Sistem ini memungkinkan jarak tempuh listrik murni hingga 200 kilometer menurut standar CLTC.
Saat peluncuran global, Mazda 6e sempat hadir dengan baterai LFP 68,8 kWh dan baterai NMC 80 kWh untuk varian Long Range. Namun, paket NMC itu dinilai kurang menarik karena tenaga motor listriknya lebih rendah dan pengisian cepat DC-nya terbatas di kisaran 90 kW.
Mazda kemudian menghadirkan baterai LFP baru berkapasitas 78 kWh yang juga dipasok CATL-Changan. Mazda Australia menyebut baterai ini meningkatkan efisiensi, jarak tempuh, dan performa pengisian cepat.
Dengan baterai terbaru tersebut, Mazda 6e diklaim mampu menempuh hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian daya. Opsi baterai itu juga diperkirakan akan tersedia untuk pasar Eropa dalam waktu dekat.
Dimensi dan karakter berkendara
Secara ukuran, Mazda 6e memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.485 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.900 mm, menempatkannya sebagai liftback berukuran besar.
Bobot kendaraan berada di kisaran 1.778 kg hingga 2.037 kg, tergantung variannya. Untuk menunjang kenyamanan dan karakter pengendalian, mobil ini memakai suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Kombinasi itu dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Mazda juga menempatkan aspek rasa berkendara sebagai bagian penting meski model ini berbasis listrik.
Harga dan posisi pasar
Di China, Mazda EZ-6 dipasarkan mulai 150.800 yuan. Namun, banderol versi ekspor berada jauh lebih tinggi, dengan harga di Inggris mulai 38.995 poundsterling.
Perbedaan harga ini menunjukkan posisi Mazda 6e yang berbeda antara pasar domestik China dan pasar global. Di satu sisi, model ini tampil kompetitif di negeri asal produksinya, tetapi di sisi lain masuk ke segmen yang lebih tinggi saat dijual di luar China.
Meski punya nilai harga yang menarik di China, performa penjualannya belum terlalu kuat. Data China EV DataTracker mencatat pengiriman Mazda EZ-6 mencapai 1.833 unit sepanjang Mei 2026.
Kini perhatian beralih ke pasar kemudi kanan, terutama setelah 500 unit versi produksi terlihat di pelabuhan Thailand. Bagi pasar seperti Indonesia yang sudah masuk daftar negara tujuan, pergerakan distribusi ini menjadi sinyal penting bahwa peluncuran global Mazda 6e semakin mendekati tahap berikutnya.
