Wuling Siap Ubah Pabrik Cikarang Jadi I2MS, Efisiensi Naik 30 Persen Dalam Transisi Bertahap

Wuling Motors Indonesia bersiap membawa wajah baru ke fasilitas produksinya di Cikarang, Jawa Barat. Langkah itu ditempuh dengan mengadopsi Intelligent Island Manufacturing System atau I2MS, teknologi pabrik pintar yang lebih dulu dipakai di fasilitas pusat SGMW di Liuzhou, Guangxi, China.

Penerapan sistem ini akan dilakukan bertahap. Wuling ingin meningkatkan kapabilitas produksi lokal tanpa mengubah proses secara mendadak, sekaligus menyesuaikan teknologi baru dengan kebutuhan operasional di Indonesia.

Dari jalur panjang ke pulau-pulau kerja

I2MS bekerja dengan konsep yang berbeda dari pabrik mobil konvensional. Jika pabrik biasa mengandalkan rel berjalan panjang, sistem ini membagi proses perakitan ke dalam pos-pos atau pulau kerja yang terpisah.

Di dalam fasilitas tersebut, sebagian besar operasional dijalankan oleh robot otonom yang dikendalikan kecerdasan buatan. Sistem AI itu bernama Excellence Operation AI atau EOAI, dan menjadi pengatur utama alur kerja produksi.

Menurut SGMW, penerapan teknologi ini membawa dampak besar pada efisiensi manufaktur. Efisiensi naik hingga 30 persen, sementara siklus riset dan pengembangan produk baru bisa dipangkas menjadi 43 persen lebih cepat.

Kapasitas besar di pabrik Liuzhou

Fasilitas pintar SGMW di Liuzhou berdiri di atas lahan seluas 3 juta meter persegi. Proyek ini mulai dibangun sejak 2012 dengan investasi awal sekitar RMB 1,1 miliar.

Kawasan produksi itu juga dilengkapi fasilitas riset dan pengujian yang lengkap. Di dalamnya ada crash test center, tempat perakitan battery pack, dan laboratorium NVH untuk menguji Noise, Vibration, and Harshness.

Skala otomasi di pabrik tersebut juga sangat besar. Operasinya ditopang 4 workshop cerdas, 2 gudang cerdas, 637 robot operasional, serta 78 pulau cerdas yang dibagi ke dalam 3 klaster besar.

Rencana bertahap untuk Indonesia

Vice President SGMW, Han Dehong, menyebut proses modernisasi di Indonesia akan dilakukan sedikit demi sedikit. Ia mengatakan pabrik di Jakarta akan dimodifikasi menjadi I2MS secara bertahap.

Tahap berikutnya mencakup penerapan komputasi AI dan sistem manufaktur berbasis island pada lini perakitan hingga pengelasan. Han juga menjelaskan bahwa konsep ini memberi fleksibilitas lebih besar pada proses produksi.

Di area body shop, SGMW sebelumnya memakai satu island untuk proses welding. Ke depan, jumlah island akan ditambah agar beberapa pulau kerja bisa digabung menjadi satu sistem yang lebih luwes untuk menangani berbagai proses produksi.

Bagi Wuling, adopsi I2MS menjadi bagian dari upaya modernisasi industri otomotif di Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada kecepatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan pabrik agar lebih adaptif terhadap kebutuhan model kendaraan yang beragam.

Terkait