Pengiriman lewat drone mulai dilihat sebagai salah satu cara paling cepat untuk memangkas polusi dari distribusi paket kecil. Di tengah armada logistik yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, opsi ini menarik karena bisa mengurangi kebutuhan kendaraan darat yang selama ini dipakai untuk jarak pendek hingga menengah.
Dorongan untuk mencari solusi yang lebih bersih juga tidak datang tanpa alasan ekonomi. Mengubah seluruh armada pengiriman yang masih memakai energi fosil ke energi hijau disebut akan menelan biaya hingga miliaran dolar, sehingga drone muncul sebagai jalan yang lebih efisien untuk sebagian jenis pengiriman.
Potensi besar, tapi belum bebas hambatan
Menurut Inside Climate News, drone listrik bisa membuat pengiriman paket kecil menjadi lebih bersih. Namun, ada dua hambatan utama yang masih menahan adopsinya, yaitu kebisingan dan aturan FAA.
Masalah kebisingan terasa nyata di area tempat drone beroperasi. Dalam sejumlah lokasi, drone terbang dekat pesawat dan bandara, sementara suaranya cukup mengganggu warga di sekitar jalur pengiriman.
Aturan FAA menjadi tantangan yang lebih rumit. Lalu lintas udara di sekitar bandara-bandara terbesar di Amerika Serikat sudah berisiko, dan penambahan aktivitas drone dinilai bisa memperburuk situasi itu.
Bisnis besar di balik pengiriman udara
Meski banyak rintangan, pasar pengiriman paket dengan drone dipandang punya prospek finansial yang besar. Fortune Business Insights memperkirakan nilai pasar layanan drone delivery global akan naik dari USD 5,06 miliar pada 2026 menjadi USD 20,98 miliar pada 2034, dengan CAGR 19,45%.
Peluang itu juga berkaitan dengan kebutuhan perusahaan logistik besar. Amazon, UPS, dan FedEx disebut sebagai pihak yang paling bisa diuntungkan karena pengemudi tidak lagi diperlukan untuk jenis pengiriman tertentu.
Dengan model seperti itu, sebagian armada darat mereka dapat dipangkas secara bertahap. Ini memberi ruang bagi pengurangan emisi tanpa harus langsung mengganti seluruh sistem distribusi yang sudah berjalan.
Teknologi hijau lain sama-sama menjanjikan, tapi mahal
Drone delivery juga digambarkan sejalan dengan sejumlah teknologi hijau lain yang menawarkan manfaat besar bagi lingkungan. Masalahnya, banyak di antaranya tetap mahal atau bahkan sulit diwujudkan dalam skala luas.
Contohnya mencakup energi nuklir yang dipasok oleh pembangkit yang dibangun dalam hitungan bulan dan disetujui pemerintah federal, serta pesawat bertenaga surya. Di sisi lain, mobil tanpa pengemudi hampir semuanya sudah listrik, tetapi persetujuannya masih berada di tingkat negara bagian atau kota.
Itulah sebabnya drone sering diposisikan bukan sebagai solusi tunggal, melainkan bagian dari transisi yang lebih luas menuju logistik rendah emisi. Tantangannya tetap sama: teknologi tersedia, tetapi biaya, regulasi, dan penerimaan publik masih menentukan seberapa cepat polusi bisa ditekan.







