Setiap bulan Juni, Strawberry Moon kembali jadi bahan perbincangan karena namanya terdengar seperti bulan purnama yang akan berubah warna menjadi merah muda. Padahal, sebutan itu tidak menjelaskan warna bulan, melainkan tradisi penamaan yang sudah lama dipakai untuk menandai waktu tertentu dalam kalender alami.
Yang membuat banyak orang penasaran adalah kenyataan bahwa Strawberry Moon memang kadang tampak oranye, merah, atau sedikit pink saat muncul rendah di langit. Namun, warna itu bukan berasal dari permukaan bulan, melainkan dari cara cahaya melewati atmosfer Bumi.
Nama yang lahir dari musim panen
Strawberry Moon adalah nama tradisional untuk bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni. Sebutan ini berasal dari masyarakat adat di Amerika Utara yang memakai siklus bulan sebagai penanda musim dan kegiatan pertanian.
Bulan purnama pada periode itu menandai dimulainya musim panen stroberi liar. Karena itu, bulan purnama di bulan Juni kemudian dikenal sebagai Strawberry Moon, atau Bulan Stroberi.
Nama ini bekerja seperti penanda waktu musiman, bukan deskripsi fisik bulan. Dalam tradisi penamaan bulan purnama, ada juga sebutan lain seperti Harvest Moon dan Wolf Moon.
Mengapa warnanya bisa tampak hangat
Saat Strawberry Moon muncul dekat cakrawala, cahaya bulan harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal. Dalam proses itu, cahaya berpanjang gelombang pendek seperti biru dan ungu lebih mudah tersebar ke berbagai arah.
Sebaliknya, cahaya berpanjang gelombang lebih panjang seperti merah, oranye, dan kuning lebih banyak berhasil melewati atmosfer. Akibatnya, bulan yang sedang terbit atau tenggelam sering terlihat memiliki nuansa hangat seperti oranye atau kemerahan.
Fenomena ini mirip dengan alasan matahari terbit dan terbenam sering tampak merah. Karena itu, warna yang terlihat pada Strawberry Moon lebih berkaitan dengan kondisi pengamatan daripada perubahan pada bulan itu sendiri.
Kapan bisa tampak pink
Dalam kondisi tertentu, Strawberry Moon memang bisa terlihat sedikit merah muda atau seperti salmon. Tetapi warna tersebut tetap bukan muncul dari permukaan bulan.
Partikel tambahan di atmosfer, seperti debu, asap kebakaran hutan, polusi udara, atau abu vulkanik, dapat mengubah cara cahaya tersebar. Situasi ini kadang menghasilkan warna yang tidak biasa, termasuk nuansa merah muda yang samar.
Meski begitu, kondisi seperti ini relatif jarang terjadi. Jika Strawberry Moon terlihat pink, penyebab yang paling mungkin adalah kondisi atmosfer di wilayah tersebut.
Beda dengan Blood Moon
Strawberry Moon sering disamakan dengan Blood Moon karena keduanya sama-sama bisa tampak kemerahan. Padahal, keduanya adalah fenomena yang berbeda.
Strawberry Moon adalah bulan purnama pada bulan Juni yang namanya terkait musim panen stroberi di Amerika Utara. Blood Moon, sebaliknya, terjadi saat gerhana bulan total berlangsung.
Pada gerhana bulan total, Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Cahaya Matahari yang sampai ke Bulan harus melewati atmosfer Bumi lebih dulu, sehingga sebagian besar cahaya biru tersaring dan cahaya merah mendominasi.
Itulah sebabnya Blood Moon tampak merah gelap seperti darah. Dengan kata lain, Strawberry Moon adalah nama musiman, sedangkan Blood Moon adalah fenomena astronomi akibat gerhana bulan total.
Cara sederhana mengenali sumber warnanya
Cara mudah untuk menilai apakah warna bulan dipengaruhi atmosfer adalah dengan mengamati perubahan warnanya. Perhatikan saat bulan pertama kali muncul di dekat horizon, lalu bandingkan dengan warnanya satu atau dua jam kemudian.
Jika bulan awalnya tampak oranye atau kemerahan lalu berubah menjadi putih keperakan saat makin tinggi di langit, efek atmosfer Bumi menjadi penyebab utamanya. Namun, jika warna yang tidak biasa bertahan lama dan terlihat di berbagai wilayah, ada kemungkinan faktor lingkungan seperti debu atau asap dalam jumlah besar ikut berperan.
Pada akhirnya, Strawberry Moon tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama itu hanya penanda musim panen stroberi yang telah dipakai masyarakat di Amerika Utara selama ratusan tahun, sementara warna yang sesekali muncul tetap berasal dari atmosfer Bumi, debu, asap, atau efek fotografi.
Source: www.idntimes.com






