Penghentian produksi ternyata tidak langsung mematikan daya tarik Toyota GR Supra di pasar Amerika Serikat. Justru setelah model sport itu resmi diakhiri, penjualannya melonjak tajam hampir 72 persen sepanjang paruh pertama 2026.
Toyota mengirimkan 2.116 unit GR Supra pada Januari hingga Juni 2026. Angka itu naik 71,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.231 unit.
Kenaikan itu juga terlihat pada kinerja bulanan. Pada Juni 2026 saja, penjualan GR Supra tercatat 449 unit, atau meningkat 45,8 persen dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut muncul setelah Toyota mengakhiri produksi GR Supra di pabrik Graz, Austria, pada musim semi tahun ini. Berakhirnya produksi mendorong penggemar dan kolektor memburu unit yang masih tersedia sebelum stok di pasar habis.
Fenomena ini menunjukkan bahwa status “mobil terakhir” justru bisa menjadi pemicu permintaan. Dalam kasus GR Supra, akhir masa produksi tampaknya menciptakan rasa mendesak yang memperkuat minat beli.
Situasinya berbanding terbalik dengan Toyota GR86. Meski model itu masih diproduksi dan dipasarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Supra, permintaannya justru melemah.
Sepanjang 2026 hingga saat ini, pengiriman GR86 turun 26,2 persen menjadi 4.007 unit. Pada Juni saja, penjualannya kembali turun 6,8 persen menjadi 754 unit.
Perbedaan arah antara GR Supra dan GR86 menjadi salah satu sorotan utama dalam lini mobil sport Toyota di AS. Satu model yang sudah dihentikan justru menguat, sementara model yang masih aktif dijual malah kehilangan momentum.
Dorongan dari pasar AS
Kinerja GR Supra hadir di tengah tren penjualan Toyota yang secara umum masih positif di AS. Pada Juni, merek Toyota membukukan pertumbuhan penjualan 11,2 persen.
Secara kumulatif sepanjang tahun, penjualan merek Toyota juga masih naik 1,5 persen. Artinya, lonjakan Supra terjadi dalam lingkungan pasar yang memang masih memberi ruang pertumbuhan bagi pabrikan Jepang tersebut.
Toyota Motor North America juga mencatat bahwa kendaraan elektrifikasi menyumbang lebih dari 57 persen total penjualan selama Juni. Pada periode yang sama, RAV4 Hybrid mencatat bulan penjualan terbaik sepanjang sejarah perusahaan.
Lexus juga membukukan rekor penjualan tertinggi untuk bulan Juni. Meski begitu, secara kumulatif sepanjang tahun, penjualan Lexus masih turun 5,2 persen.
Data ini memperlihatkan bahwa pasar Toyota di AS bergerak dengan pola yang tidak seragam. Beberapa model melesat, sebagian lain tertahan, dan GR Supra menjadi contoh paling mencolok karena kenaikannya datang justru saat produksi telah berhenti.
Peta performa model lain
Di luar Supra dan GR86, performa sejumlah model Toyota menunjukkan hasil yang beragam. Prius masih menghadapi tekanan dengan penurunan penjualan 42,3 persen sepanjang tahun, meski pada Juni sempat naik 9,4 persen.
RAV4 versi reguler atau non-hybrid juga melemah 35,7 persen sepanjang tahun berjalan. Namun, kondisi ini disebut lebih dipengaruhi keterbatasan ketersediaan unit dibandingkan lemahnya permintaan pasar.
Penjualan Land Cruiser juga turun 40 persen. Di sisi lain, beberapa model lain justru memperlihatkan pertumbuhan yang sangat kuat.
Highlander Hybrid naik 48,9 persen sepanjang tahun hingga saat ini. Toyota 4Runner bahkan melonjak 141 persen, sementara Camry mempertahankan tren positif dengan pertumbuhan 15,3 persen.
Gambaran itu menegaskan bahwa konsumen AS masih merespons kuat model-model tertentu dalam portofolio Toyota. Untuk GR Supra, respons tersebut terlihat lebih emosional karena dipicu oleh berakhirnya produksi dan terbatasnya unit yang tersisa.
Dalam konteks itu, GR Supra tidak hanya tampil sebagai mobil sport biasa, tetapi juga sebagai model yang sedang memasuki fase akhir perjalanannya di pasar. Faktor kelangkaan menjadi pendorong yang membuat penjualan tetap hidup, bahkan meningkat signifikan ketika masa produksinya sudah ditutup.
Bagi Toyota, kenaikan ini memberi sinyal bahwa nama Supra masih memiliki daya tarik besar di kalangan penggemar. Selama stok unit masih tersedia di dealer, model tersebut tampaknya masih akan terus diburu oleh pembeli yang ingin mendapatkan salah satu unit terakhirnya.







