Peluncuran MG 07 Berujung Ricuh, Siaran Daring Dihentikan usai Tuduhan Jiplak Menggila

Siaran daring peluncuran sedan baru MG berakhir mendadak setelah kolom komentar dibanjiri tuduhan plagiarisme desain. Keputusan menghentikan tayangan itu diambil langsung oleh General Manager MG, Chen Cui, ketika kritik dari warganet terus menguat.

Kontroversi ini cepat membesar karena publik menilai tampilan mobil baru tersebut terlalu mirip dengan model lain yang sudah lebih dulu dikenal. Di ruang digital Tiongkok, desain eksteriornya disebut menyalin bahasa bentuk Porsche Taycan dan Xiaomi SU7.

Isu itu muncul di saat MG sedang berupaya menstabilkan pengenalan produk barunya di pasar domestik. Tekanan makin tinggi karena foto dan video unit uji tanpa kamuflase sudah lebih dulu tersebar luas di berbagai platform media sosial lokal.

Sejumlah unit pengujian dilaporkan terlihat melaju di jalan raya di Tiongkok tanpa penutup bodi. Kemunculan visual yang semakin jelas itu membuat perdebatan soal desain berkembang sebelum proses peluncuran berjalan mulus.

Kritik publik ganggu agenda pengenalan produk

Gelombang komentar negatif menjadi pukulan bagi upaya MG memperkenalkan sedan anyar tersebut ke konsumen lokal. Alih-alih membahas produk, perhatian publik justru tersedot pada kemiripan desain dengan mobil listrik premium lain.

Penghentian siaran daring menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi perusahaan dalam momen penting itu. Langkah tersebut juga menandai bahwa isu desain kini menjadi tantangan utama, bukan sekadar gangguan kecil di media sosial.

MG lalu mencoba menggeser pembahasan dari tuduhan penjiplakan ke narasi sejarah merek. Perusahaan mengaitkan konsep bodi mobil ini dengan warisan desain Inggris yang selama ini menjadi bagian dari identitas MG.

Pabrikan itu menegaskan siluet sedan rendah dan aerodinamis tersebut merupakan evolusi modern dari MGB GT, model klasik Inggris yang diperkenalkan pada 1962. Dengan pendekatan itu, MG menolak anggapan bahwa mobil barunya hanya mengikuti cetak biru kendaraan listrik yang sedang tren.

Taruhan citra di pasar domestik

Upaya memulihkan persepsi publik dinilai penting karena posisi MG di pasar lokal belum kuat. Pada periode Mei 2026, pangsa pasar retail domestik perusahaan itu tercatat hanya 1,1%.

Angka tersebut menunjukkan ruang tumbuh MG di pasar dalam negeri masih terbatas. Karena itu, setiap peluncuran model baru menjadi sangat penting untuk membangun penerimaan konsumen dan memperkuat citra merek.

Di sisi lain, performa bisnis global MG justru memperlihatkan arah yang berbeda. Perusahaan ini disebut mampu mengekspor lebih dari 700.000 unit kendaraan ke pasar internasional setiap tahun.

Kontras antara ekspor yang kuat dan pangsa pasar domestik yang kecil membuat peluncuran sedan baru ini memiliki bobot strategis. Isu plagiarisme desain pun berpotensi mengganggu target yang lebih besar dari sekadar memperkenalkan satu model baru.

Detail sedan baru MG yang menuai sorotan

Berdasarkan dokumen regulasi resmi pemerintah, model ini disebut sebagai MG 07. Mobil itu memiliki panjang 4.886 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.478 mm, dan jarak sumbu roda 2.825 mm.

Secara visual, bagian depan mobil mengusung bentuk yang digambarkan menyerupai hidung hiu. Dari samping, bodinya memakai kontur halus dengan minim garis tegas sehingga tampil bersih dan mengalir.

Elemen teknologi juga menjadi bagian penting dari mobil ini. Di bagian atap atas terpasang sensor lidar, sementara beberapa kamera optik ditempatkan di sejumlah titik untuk mendukung sistem keselamatan aktif dan fungsi otonom.

MG menyiapkan dua pilihan sistem penggerak untuk sedan tersebut. Opsi pertama adalah battery electric vehicle atau BEV, sedangkan opsi kedua berupa plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.

Untuk varian BEV, mobil ini menggunakan penggerak roda belakang dengan motor bertenaga maksimum 176 kW. Jarak tempuhnya disebut mencapai 650 km.

Sementara itu, varian PHEV menggabungkan mesin 1.500 cc dengan motor listrik bertenaga 152 kW. Dalam mode listrik murni, versi ini diklaim dapat menempuh hingga 185 km berdasarkan parameter WLTC.

Spesifikasi itu menunjukkan MG tidak hanya mengandalkan tampilan luar untuk menarik perhatian pasar. Namun dalam fase pengenalan awal, sorotan terhadap desain justru menutupi pembahasan mengenai dimensi, teknologi sensor, dan pilihan sistem penggeraknya.

Kontroversi ini menempatkan MG pada posisi yang tidak mudah saat memperkenalkan sedan barunya di Tiongkok. Di tengah penyebaran visual unit uji dan kritik tajam dari warganet, perusahaan kini harus menjaga agar pembahasan publik tidak terus terkunci pada tuduhan kemiripan desain semata.

Terkait