Cara Baca Merek Mobil Eropa yang Sering Salah, dari BMW hingga Peugeot

Author: Qoo Media

Menyebut merek mobil Eropa ternyata tidak selalu sesederhana yang terdengar. Sejumlah nama populer justru punya pelafalan asli yang berbeda jauh dari kebiasaan lidah Indonesia maupun Inggris.

Itulah mengapa nama seperti Porsche, Renault, Peugeot, hingga BMW sering terdengar “tidak pas” saat diucapkan sehari-hari. Oto.detik.com merangkum cara baca yang mendekati pelafalan asli agar percakapan soal mobil Eropa terdengar lebih tepat.

Kenapa pelafalannya bisa berbeda

Perbedaan ini muncul karena setiap bahasa punya aturan bunyi sendiri. Dalam bahasa Jerman, huruf W dibaca seperti V, sementara huruf V umumnya terdengar seperti F.

Karena itu, BMW dibaca “Bee-Em-Vee”, sedangkan Volkswagen diawali bunyi “F” dan menjadi “Folks-va-gen”. Mercedes-Benz juga mengikuti pola pelafalan Jerman dengan bunyi “Mer-say-des Benz”.

Nama yang sering paling meleset diucapkan

Merek Asal Cara Baca
BMW Jerman Bee-Em-Vee
Audi Jerman Ow-di
Porsche Jerman Por-sye atau Por-sheh
Volkswagen Jerman Folks-va-gen
Mercedes-Benz Jerman Mer-say-des Benz
Opel Jerman Oh-pel

Selain merek Jerman, nama-nama asal Prancis juga punya pengucapan yang kerap bikin bingung. Peugeot misalnya dibaca mendekati “Pö-zho”, Renault dibaca “Re-no” tanpa huruf “t”, sedangkan Citroën menjadi “Si-tro-en”.

Merek Prancis, Italia, dan Ceko

Merek Asal Cara Baca
Peugeot Prancis Pö-zho
Renault Prancis Re-no
Citroën Prancis Si-tro-en
Bugatti Prancis Bu-ga-ti
Ferrari Italia Fe-ra-ri
Lamborghini Italia Lam-bor-gi-ni
Maserati Italia Ma-se-ra-ti
Alfa Romeo Italia Al-fa Ro-me-o
Fiat Italia Fi-at
Škoda Ceko Shko-da

Di kelompok Italia, beberapa nama justru terdengar lebih mudah karena mengikuti ejaan yang lebih dekat dengan cara baca lokal. Ferrari, Bugatti, Maserati, Alfa Romeo, dan Fiat relatif lebih mudah ditebak, meski tetap ada penekanan bunyi yang khas.

Untuk Lamborghini, huruf “g” dibaca keras sehingga bunyinya menjadi “Lam-bor-gi-ni”. Sementara itu, Škoda dibaca “Shko-da”, bukan mengikuti huruf awal yang tertulis.

Meski ada pelafalan asli yang lebih tepat, tidak ada aturan baku yang mewajibkan semua orang menggunakannya di setiap negara. Di Indonesia, penyebutan versi lokal seperti “BMW”, “Pors”, atau “Peugeot” masih lazim dipakai dalam obrolan sehari-hari.

Namun, mengetahui cara baca yang benar bisa membantu saat berdiskusi dengan sesama penggemar otomotif. Detail kecil seperti ini sering membuat percakapan soal mobil Eropa terasa lebih akurat dan lebih nyambung.

Source: oto.detik.com
Terbaru