Harga BBM 9 Juli 2026, Pertamax Turbo dan Dexlite Masih Lebih Murah

Author: Qoo Media

Memasuki 9 Juli 2026, harga BBM Pertamina masih bergerak di level yang sama sejak penyesuaian awal bulan. Yang paling menarik, sejumlah produk nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih dipasarkan lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Di sisi lain, Pertamax dan Pertamax Green 95 belum ikut berubah karena belum ada penyesuaian lanjutan. Perbedaan harga antarwilayah juga tetap terlihat, terutama karena pajak daerah dan ongkos distribusi yang tidak seragam.

Harga di Pulau Jawa Masih Jadi Patokan

Untuk wilayah Pulau Jawa, daftar harga per 9 Juli 2026 menunjukkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Pertamax berada di Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual Rp17.000 per liter.

Pada kelompok produk yang mengalami penurunan di awal Juli, Pertamax Turbo tercatat Rp19.300 per liter, Dexlite Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Pertamax Pertashop berada di Rp16.150 per liter.

Produk Harga di Jawa
Pertalite (RON 90) Rp10.000/liter
Biosolar Subsidi (CN 48) Rp6.800/liter
Pertamax (RON 92) Rp16.250/liter
Pertamax Pertashop Rp16.150/liter
Pertamax Green 95 (RON 95) Rp17.000/liter
Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.300/liter
Dexlite (CN 51) Rp19.700/liter
Pertamina Dex (CN 53) Rp21.150/liter

Daftar tersebut berlaku untuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT dengan harga yang sama untuk jenis BBM yang tercantum. Namun, konsumen di luar wilayah itu masih bisa menjumpai tarif berbeda karena ongkos distribusi dan PBBKB tidak seragam.

Wilayah Lain Punya Selisih Harga yang Cukup Jelas

Di Aceh serta Sumatera Utara, Pertamax dipasarkan Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp19.750 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Harga yang sama juga berlaku di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi, dan Papua untuk produk yang tercantum.

Untuk Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax naik ke Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp20.150 per liter, Dexlite Rp20.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp22.100 per liter. Kondisi serupa juga terlihat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara.

Wilayah Produk Utama Harga
Aceh / Sumatera Utara Pertamax Rp16.650/liter
Aceh / Sumatera Utara Pertamax Turbo Rp19.750/liter
Aceh / Sumatera Utara Dexlite Rp20.150/liter
Aceh / Sumatera Utara Pertamina Dex Rp21.650/liter
Sumatera Barat / Riau / Kepulauan Riau Pertamax Rp17.000/liter
Sumatera Barat / Riau / Kepulauan Riau Pertamax Turbo Rp20.150/liter
Sumatera Barat / Riau / Kepulauan Riau Dexlite Rp20.550/liter
Sumatera Barat / Riau / Kepulauan Riau Pertamina Dex Rp22.100/liter

Di FTZ Sabang, harga juga lebih rendah dari banyak wilayah lain, dengan Pertamax Rp15.250 per liter dan Dexlite Rp18.450 per liter. FTZ Batam bahkan mencatat harga yang lebih kompetitif lagi, yakni Pertamax Rp15.500 per liter, Pertamax Turbo Rp18.350 per liter, Dexlite Rp18.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp20.100 per liter.

Kalimantan, Maluku, dan Papua Masih Mengikuti Pola yang Sama

Di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, harga mengikuti pola Aceh dengan Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp19.750 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp21.650 per liter. Untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga naik seperti di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Maluku dan Maluku Utara tercatat lebih sederhana karena hanya menampilkan Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Biosolar Subsidi. Papua juga masih berada di level harga yang sama untuk produk yang dicantumkan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp19.750 per liter, Dexlite Rp20.150 per liter, dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Harga BBM Pertamina per 9 Juli 2026 masih mengacu pada penyesuaian yang berlaku sejak awal Juli. Hingga saat ini, belum ada tarif baru yang diumumkan sehingga daftar harga tetap sama seperti sebelumnya, dengan perbedaan utama tetap datang dari wilayah dan biaya distribusi.

Source: moladin.com
Terbaru