Kecelakaan Pindad Maung Jelajah di ruas Tol Dalam Kota arah Slipi, Jakarta Barat, memicu pertanyaan besar soal ketangguhan kendaraan taktis buatan dalam negeri itu. Benturan keras sampai tiang rambu jalan roboh membuat publik penasaran, sekuat apa sebenarnya bodi dan konstruksi Maung.
Varian yang terlibat diketahui merupakan Maung Jelajah, terlihat dari emblem “Jelajah” pada fender depan dan desain atap terbuka atau soft top yang melekat. Varian ini adalah salah satu dari tiga model rantis ringan buatan PT Pindad, bersama Maung Tangguh dan Maung Komando.
Desain untuk Medan Berat
Maung MV3 Jelajah dirancang sebagai kendaraan taktis dengan penggerak 4×4 dan kapasitas empat personel. Ukurannya mencapai sekitar 5 meter panjang, 2 meter lebar, dan 1,8 meter tinggi, dengan bobot tempur sekitar 3 ton.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jenis kendaraan | Kendaraan taktis ringan |
| Penggerak | 4×4 |
| Kapasitas penumpang | 4 orang |
| Dimensi (P x L x T) | 5 meter x 2 meter x 1,8 meter |
| Bobot tempur | 3 ton |
Mesin Turbo Diesel dan Daya Jelajah
Dalam ulasan moladin.com, sektor performa disebut sebagai salah satu keunggulan Maung MV3 Jelajah. Kendaraan ini memakai mesin turbo diesel 2.200 cc yang menghasilkan tenaga 199 HP atau 202 PS dan torsi maksimal 441 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan lewat transmisi otomatis dan dipadukan dengan sistem penggerak empat roda. Kombinasi ini membuat Maung MV3 Jelajah sanggup melintas di jalan tanah hingga jalur dengan kemiringan tertentu.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Mesin | Turbo Diesel 2.200 cc |
| Tenaga maksimal | 199 HP (202 PS) |
| Torsi maksimal | 441 Nm |
| Transmisi | Otomatis |
| Kecepatan maksimal | 100 km/jam |
| Jarak tempuh | 500 km |
Pindad menyebut Maung MV3 Jelajah mampu menanjak hingga 60 persen. Kecepatan maksimalnya mencapai 100 km/jam, dengan daya jelajah sekitar 500 km dalam satu kali pengisian bahan bakar.
Fitur Pendukung untuk Operasional
Maung MV3 Jelajah dibekali electric winch di bagian depan untuk membantu proses evakuasi kendaraan saat menghadapi kondisi sulit. Varian Jelajah juga menggunakan konsep soft top yang memberi akses lebih fleksibel bagi personel di dalamnya.
Untuk mendukung perjalanan jarak jauh, kendaraan ini masih menyediakan AC dan ban serep berukuran penuh. Dengan kombinasi 4×4, mesin bertenaga, dan desain fungsional, Maung MV3 Jelajah diposisikan sebagai kendaraan taktis yang fokus pada kemampuan jelajah dan mobilitas.
Meski terlihat kokoh dan mampu menghadapi medan berat, Maung MV3 Jelajah bukan kendaraan lapis baja. Artinya, ketangguhannya lebih bertumpu pada daya tahan, mobilitas, dan kemampuan melaju di berbagai kondisi jalan, bukan perlindungan balistik.
Kecelakaan di tol itu justru memperlihatkan bagaimana kendaraan taktis seperti Maung tetap punya batas saat menghadapi benturan keras. Di sisi lain, spesifikasi yang dibawanya menjelaskan kenapa kendaraan ini dirancang untuk operasi lapangan, bukan semata untuk kenyamanan di jalan raya.
Source: moladin.com






