Penjualan Mobil Naik 12 Persen, Toyota Masih Jauh Unggul dari Daihatsu dan Suzuki

Author: Qoo Media

Pasar mobil Indonesia akhirnya bergerak naik lagi setelah sempat melemah pada Mei. Bulan lalu, penjualan wholesales naik 12 persen dan Toyota tetap berada di posisi teratas, sementara Daihatsu dan Suzuki masih tertinggal cukup jauh.

Data yang disorot ridertua.com menunjukkan pemulihan ini datang dari basis yang lebih rendah pada bulan sebelumnya. Meski begitu, kenaikan tersebut memberi sinyal bahwa pasar roda empat belum sepenuhnya lesu di tengah kondisi yang masih belum kondusif.

Wholesales dan retail sama-sama membaik

Secara wholesales, penjualan mobil naik dari 69.219 unit pada Mei menjadi 77.550 unit. Di sisi retail, kenaikannya lebih kecil, dari 71.890 unit menjadi 74.507 unit.

Jenis Penjualan Mei Bulan Lalu Perubahan
Wholesales 69.219 unit 77.550 unit Naik 12 persen
Retail 71.890 unit 74.507 unit Naik 3,6 persen

Jika dibandingkan dengan Juni 2025, kenaikannya terlihat jauh lebih besar. Wholesales tercatat naik 32,9 persen, sedangkan retail tumbuh 19,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Perbandingan itu penting karena pasar tahun lalu masih berada di level yang lebih rendah. Wholesales pada Juni 2025 hanya mencapai 58.363 unit, sementara retail berada di 62.292 unit.

Semester pertama ikut terdorong

Performa sepanjang Januari hingga Juni 2026 juga membaik dibandingkan tahun lalu. Total wholesales mencapai 436.564 unit, naik 15,9 persen dari 376.707 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk retail, jumlahnya 433.848 unit atau naik 10,5 persen dibandingkan 392.778 unit. Hasil ini menunjukkan pasar masih bisa bertahan dan tumbuh, meski tekanan ekonomi belum benar-benar hilang.

Periode Semester I Wholesales Retail Perubahan
Januari-Juni 2026 436.564 unit 433.848 unit Naik 15,9 persen / 10,5 persen
Januari-Juni 2025 376.707 unit 392.778 unit Basis perbandingan

Di saat yang sama, produsen juga terus memperbarui produk yang dijual di Indonesia. Kehadiran model baru dan opsi ramah lingkungan seperti hybrid, PHEV, dan listrik murni ikut menjaga minat pasar tetap bergerak.

Toyota masih memimpin pasar

Di antara para pemain utama, Toyota kembali menjadi merek dengan penjualan terbanyak. Bulan lalu, merek tersebut mencatat 22.809 unit, meski angka itu turun dari 24.846 unit pada bulan sebelumnya.

Daihatsu berada di posisi berikutnya dengan 14.125 unit, sedangkan Suzuki membukukan 6.057 unit. Toyota masih unggul jauh dan mempertahankan jarak yang cukup aman dari para pesaing utamanya.

Merek Penjualan Bulan Lalu Keterangan
Toyota 22.809 unit Masih memimpin, turun dari 24.846 unit
Daihatsu 14.125 unit Berada di posisi kedua
Suzuki 6.057 unit Berada di posisi ketiga

Daihatsu sendiri masih bergantung pada model-model seperti Gran Max Pickup, Sigra, dan Terios untuk menjaga hasilnya. Suzuki pun mengandalkan pikap dan SUV sebagai tulang punggung penjualan, meski volumenya belum menyamai dua merek di atasnya.

Hybrid Toyota masih kuat

Di segmen kendaraan ramah lingkungan, Toyota masih memimpin pasar hybrid lewat Kijang Innova Zenix dan Veloz HEV. Keduanya disebut sebagai model terlaris, sementara model Toyota lain juga ikut menyumbang hasil yang memuaskan.

Di sisi lain, merek-merek China terus membawa model PHEV dan BEV ke Indonesia. Persaingan ini membuat pasar mobil ramah lingkungan makin padat, sementara merek Jepang merespons dengan memperbanyak model HEV.

Dengan GIIAS 2026 yang akan digelar, pasar masih punya peluang untuk bergerak lebih baik sampai akhir tahun. Namun, hasil semester pertama tetap menunjukkan bahwa penjualan mobil masih sangat dipengaruhi oleh libur produksi, kondisi ekonomi, dan ketersediaan produk baru di pasar.

Terbaru