BAIC menyiapkan T1 sebagai mobil listrik terbarunya untuk pasar Indonesia, dengan target penjualan 1.000 unit hingga akhir tahun. Angka itu cukup agresif, apalagi model ini baru bisa dijual sekitar awal semester kedua.
Di saat pasar hatchback listrik makin ramai, BAIC tampak ingin bergerak cepat sebelum rival-rivalnya semakin kuat. Fokus utamanya jelas: membawa T1 masuk ke segmen yang sudah diisi nama-nama seperti Geely EX2 dan BYD Atto 1.
BAIC dan langkah awal di mobil ramah lingkungan
BAIC baru menjual tiga mobil di Indonesia, yaitu X55-II, BJ40 Plus, dan BJ30 HEV. Dari ketiganya, BJ30 HEV menjadi mobil ramah lingkungan pertama yang mereka jual di Indonesia, meski hadir lebih dulu dalam format hybrid ketimbang mobil listrik murni.
Langkah itu dianggap tidak biasa untuk merek asal China yang umumnya membawa mobil listrik atau PHEV lebih dulu. Namun, kehadiran BJ30 HEV tetap menjadi penanda bahwa BAIC mulai memperluas lini elektrifikasinya di Indonesia.
| Model BAIC di Indonesia | Jenis | Keterangan |
|---|---|---|
| X55-II | Mobil konvensional | Salah satu dari tiga model yang sudah dijual |
| BJ40 Plus | Mobil konvensional | Masuk daftar model yang sudah dipasarkan |
| BJ30 HEV | Hybrid | Mobil ramah lingkungan pertama BAIC di Indonesia |
| T1 | Mobil listrik | Model terbaru yang disiapkan untuk dijual |
T1 dibawa sebagai produk BAIC, bukan Arcfox
T1 sebenarnya merupakan produk dari Arcfox, tetapi BAIC ingin membawanya sebagai model sendiri di Indonesia. Tujuannya agar lini produk yang ditawarkan ke konsumen lokal bisa lebih luas, sekaligus menandai masuknya BAIC ke mobil listrik murni.
Meski Arcfox tidak ikut dibawa sebagai merek tersendiri, model T1 tetap menjadi pintu masuk penting. Dari tampilannya, mobil ini terlihat menjanjikan sebagai hatchback listrik modern yang juga punya aura mirip SUV.
Target 1.000 unit dan tantangan pasar
Menurut ridertua.com, BAIC menargetkan penjualan 1.000 unit T1 sampai akhir tahun 2026. Bagi sebagian orang, target itu mungkin terasa tinggi untuk mobil yang baru masuk pasar, tetapi angka tersebut masih dinilai wajar untuk hatchback listrik anyar.
Tantangannya bukan hanya soal produk, melainkan juga kondisi pasar. Penjualan mobil memang mulai membaik, tetapi situasi ekonomi belum sepenuhnya kondusif dan membuat sebagian konsumen menunda pembelian.
Insentif mobil listrik yang belum diberlakukan sampai akhir semester pertama juga ikut memberi tekanan. Jika kebijakan itu hadir lebih cepat, peluang T1 untuk mengejar targetnya tentu bisa lebih besar.
Berhadapan langsung dengan Geely EX2 dan BYD Atto 1
Di segmen hatchback listrik, T1 harus bertemu lawan yang tidak ringan. Geely EX2 disebut sebagai salah satu model yang harus diwaspadai karena sukses besar di pasar asalnya dan mampu mengungguli banyak rival, termasuk dari BYD dan Chery.
BYD Atto 1 juga tetap menjadi pembanding utama karena pernah menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia tahun lalu. Walau penjualannya turun dalam beberapa bulan terakhir akibat transisi ke produksi lokal, posisi Atto 1 masih membuat persaingan di segmen ini terasa ketat.
Chery Q turut masuk radar karena menawarkan desain retro-modern yang berbeda dari kebanyakan mobil listrik kecil. Model itu memang belum dijual di Indonesia, tetapi sudah menarik perhatian karena memberi warna baru di kelas yang sama.
| Model | Posisi di Pasar | Konteks Persaingan |
|---|---|---|
| Geely EX2 | Hatchback listrik | Salah satu rival utama T1 |
| BYD Atto 1 | Hatchback listrik | Pernah jadi mobil listrik terlaris di Indonesia |
| Chery Q | Hatchback listrik | Belum dijual di Indonesia, tetapi sudah menarik perhatian |
| BAIC T1 | Hatchback listrik | Model baru BAIC dengan target 1.000 unit |
Masih ada rencana model lain dari Arcfox
Setelah T1, BAIC juga menyiapkan model lain dari Arcfox berupa SUV bernama T5. Namun, belum ada kepastian apakah model itu bisa dirilis tahun ini atau tidak.
Dengan kondisi pasar yang belum stabil dan persaingan yang sudah padat, T1 akan menjadi ujian penting bagi BAIC di Indonesia. Jika model ini mampu diterima konsumen, langkah berikutnya untuk memperluas jajaran mobil listrik BAIC akan jauh lebih terbuka.
