Tutup radiator yang dibiarkan kurang kencang ternyata bukan sepele. Kondisi ini bisa memicu masalah serius pada sistem pendingin mesin, termasuk overheat.
Fungsi tutup radiator memang bukan hanya menutup lubang pengisian air. Komponen ini juga menjaga sirkulasi radiator coolant dan mengatur tekanan di dalam sistem radiator.
Risiko saat tutup radiator tidak terpasang rapat
Triyono dari bengkel Family Auto Service (FAS) di Jl. Baru Bintara, Bekasi, menjelaskan bahwa tutup radiator wajib dikencangkan. Menurut dia, jika tidak rapat, mesin berpotensi mengalami overheat akibat penguapan cairan pendingin.
Penguapan itu terjadi karena radiator coolant bisa keluar dari sela-sela tutup radiator yang tidak kencang. Akibatnya, volume air radiator akan terus berkurang dan kondisi mesin makin rentan panas berlebih.
| Kondisi | Dampak | Risiko Lanjutan |
|---|---|---|
| Tutup radiator tidak kencang | Cairan pendingin menguap dan berkurang | Mesin berpotensi overheat |
| Tutup radiator dibiarkan longgar | Radiator coolant keluar dari sela-sela tutup | Tutup radiator bisa lepas atau copot saat mobil berjalan |
Jangan biasakan menutup terburu-buru
Masalah ini kerap muncul setelah pemilik mobil membuka tutup radiator untuk mengecek kondisi coolant. Saat dipasang kembali, tutup sering tidak dikencangkan secara maksimal.
Triyono juga mengingatkan bahwa tutup radiator yang tidak rapat bukan hanya membuat air radiator berkurang. Dalam kondisi tertentu, tutup itu bahkan berpotensi terlepas ketika mobil sedang melaju.
Karena itu, setiap kali tutup radiator dibuka, pastikan pemasangannya sudah benar-benar rapat dan kencang sebelum mobil digunakan kembali. Langkah sederhana ini membantu menjaga sistem pendingin tetap bekerja sebagaimana mestinya dan mencegah gangguan yang bisa berujung pada kerusakan mesin.







