Pasar mobil listrik masih bergerak cepat, dan posisi teratas belum benar-benar aman. Jaecoo J5 EV memang masih memimpin penjualan, tetapi kebangkitan BYD Atto 1 membuat peta persaingan berubah dalam sebulan saja.
Sepanjang Juni, J5 EV terjual 3.041 unit dan tetap menjadi model paling laris di segmen mobil listrik. Namun, BYD langsung menempel ketat lewat total penjualan 3.439 unit di Indonesia, dengan Atto 1 menjadi motor utama kebangkitannya.
Atto 1 kembali hidup setelah bulan sebelumnya nyaris hilang dari radar
Yang paling mencolok adalah lonjakan Atto 1. Model ini sempat terjual kurang dari 30 unit pada Mei, lalu melesat menjadi 2.249 unit pada Juni setelah transisi ke produksi lokal berjalan.
Kondisi itu membuat BYD tidak lagi harus mengandalkan impor unit dari luar negeri. Pengiriman ke konsumen pun bisa berjalan lebih cepat karena unit tidak perlu menunggu kedatangan dari luar negeri.
| Model | Penjualan Juni | Catatan |
|---|---|---|
| Jaecoo J5 EV | 3.041 unit | Masih memimpin pasar mobil listrik |
| BYD Atto 1 | 2.249 unit | Naik tajam dari kurang dari 30 unit pada Mei |
| Geely EX2 | 1.618 unit | Turun ke posisi 3 |
Geely EX2 turun, hatchback mungil tetap punya daya tarik kuat
Geely EX2 harus puas di posisi 3 dengan 1.618 unit. Hasil itu masih kalah jauh dari Atto 1, padahal EX2 hadir sebagai hatchback berukuran lebih besar.
Di sisi lain, Atto 1 justru dianggap punya daya tarik karena lebih terjangkau dan lebih dulu hadir di Indonesia dibanding EX2. Faktor itu tampaknya masih memberi keuntungan di tengah persaingan hatchback listrik yang makin ketat.
Daftar penjualan BEV lain masih stabil
Di bawah tiga besar, BYD M6 mencatat 827 unit, disusul Wuling Eksion EV dengan 539 unit. Setelah itu ada Denza D9 dengan 464 unit, MG S5 EV dengan 449 unit, dan Geely EX5 dengan 348 unit.
VinFast juga masuk daftar lewat VF3 dan VF5, masing-masing 262 unit dan 225 unit. Di segmen mobil keluarga listrik, Denza D9 masih harus bersaing dengan Toyota Alphard yang disebut sebagai rival berat.
| Model | Penjualan Juni | Keterangan |
|---|---|---|
| BYD M6 | 827 unit | Masih cukup kuat, meski tidak lagi menembus 1.000 unit |
| Wuling Eksion EV | 539 unit | Dirilis kurang dari dua bulan |
| Denza D9 | 464 unit | Bersaing di segmen yang ramai |
| MG S5 EV | 449 unit | Berada dekat dengan Geely EX5 |
| Geely EX5 | 348 unit | Masih bersaing di kelas SUV listrik |
| VinFast VF3 | 262 unit | Masuk daftar model terlaris |
| VinFast VF5 | 225 unit | Melengkapi kehadiran VinFast di daftar |
BEV masih dominan meski insentif belum jelas
Secara keseluruhan, penjualan mobil BEV pada semester pertama sudah mencapai 69.739 unit di Indonesia dengan pangsa pasar 16 persen. Pada Juni saja, BEV terjual 12.653 unit, jauh di atas mobil hybrid yang mencatat 8.215 unit dan PHEV yang membukukan 2.402 unit.
Data itu menunjukkan minat pasar terhadap mobil listrik murni masih tinggi meski insentifnya belum ditetapkan. Untuk Jaecoo, situasi ini berarti posisi J5 EV memang masih kuat, tetapi ancaman dari BYD kini kembali nyata setelah Atto 1 pulih sangat cepat.







