Komstir Motor Mulai Aus Bisa Ditebak Tanpa Bongkar, Ini Tanda yang Sering Diabaikan

Komstir motor yang bermasalah sering baru terasa saat setang mulai berat, muncul bunyi aneh, atau motor sulit dikendalikan. Padahal, kerusakan komponen kecil di sistem kemudi ini bisa dikenali lebih awal tanpa harus membongkar bagian depan motor.

Sejumlah gejala sederhana bisa membantu pemilik motor menilai kondisi komstir sebelum kerusakannya makin parah. Cara ini penting karena komstir berperan menjaga kestabilan setang saat motor dikendarai.

Cara cek komstir tanpa alat khusus

Yoga Pramana, Manager Training One M Komstir, bengkel spesialis komstir di Cibitung, Bekasi, mengatakan pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan melihat kondisi pemakaian motor dan merasakan respons setang. Ia menyebut langkah paling sederhana adalah mengecek kilometer dan kondisi kaki-kaki motor, lalu mengayunkan setang ke depan dan ke belakang.

Jika ada jeda atau terdengar bunyi “kluk-kluk”, itu menjadi tanda komstir sudah haus. Pemeriksaan lain juga bisa dilakukan dengan mengangkat roda depan motor, kemudian memutar setang dari kanan ke kiri.

Langkah PemeriksaanTanda yang DicariArti Gejala
Cek kilometer dan kaki-kaki motorRiwayat pemakaian dan kondisi komponen pendukungMemberi gambaran awal apakah komstir perlu dicek lebih lanjut
Ayun setang ke depan dan ke belakangAda jeda atau bunyi “kluk-kluk”Menandakan komstir mulai aus
Angkat roda depan lalu putar setang kanan-kiriSetang terasa berat atau tidak halusAda gesekan dan komstir bermasalah

Menurut Yoga, setang yang terasa berat atau tidak halus saat diputar menunjukkan ada gesekan di bagian komstir. Kondisi itu membuat setang jadi lebih susah belok dan menandakan komponen tersebut sudah perlu diganti.

Ia juga menjelaskan bahwa komstir yang mulai aus biasanya membuat motor terasa lebih berat saat bermanuver dan tidak stabil ketika berbelok. Jika dibiarkan, gejalanya bisa berkembang menjadi getaran di bagian depan motor yang mengurangi kenyamanan sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan.

Jangan tunggu rusak makin parah

Yoga menyarankan servis komstir dilakukan setiap 12.000 kilometer atau setidaknya satu tahun sekali. Namun, pemeriksaan yang lebih sering tetap disarankan, yakni setiap 4.000 kilometer.

Pengecekan berkala menjadi makin penting bagi pengendara yang memakai motor setiap hari atau sering melintasi jalan berlubang, bergelombang, dan polisi tidur. Kondisi jalan seperti itu memberi beban lebih besar pada sistem kemudi dan dapat mempercepat keausan komstir.

Dengan mengenali gejalanya sejak awal, pemilik motor bisa menghindari kerusakan yang meluas dan menjaga motor tetap nyaman dikendarai. Pemeriksaan sederhana pada setang dan roda depan sudah cukup membantu mendeteksi masalah sebelum terasa mengganggu di jalan.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait