Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menilai calon pembeli mobil baru tidak perlu menahan keputusan hanya karena insentif mobil listrik dari pemerintah belum jelas. Menurut asosiasi itu, kondisi pasar saat ini sudah cukup kompetitif untuk membuat konsumen tetap bisa membeli kendaraan baru tanpa menunggu bantuan apa pun.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan pertumbuhan pasar otomotif tahun ini tergolong baik. Ia menilai harga kendaraan juga sudah sangat bersaing, sehingga keberadaan insentif tidak akan banyak mengubah keputusan pembelian.
Skema insentif masih dievaluasi
Pemerintah saat ini tengah merancang skema pembelian kendaraan bermotor berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Bantuan yang dibahas berupa diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.
Namun, Putu mengingatkan skema itu masih dalam tahap evaluasi. Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (13/7), ia menyarankan agar calon pembeli mengabaikan dulu kabar insentif jika memang belum pasti tersedia.
“Nah sekarang ini di tahun ini, dengan melihat pertumbuhan pasarnya betul-betul bagus. PPN DTP ini masih dievaluasi. Dievaluasi dan kalau kita bisa syaratkan ya itu lebih bagus, abaikan aja dulu. Nanti kalau ada ya kita bersyukur,” kata Putu.
Harga mobil disebut sudah cukup terjangkau
Gaikindo juga melihat persaingan antarprodusen berlangsung ketat. Menurut Putu, pabrikan saling berlomba memberikan harga menarik agar konsumen punya lebih banyak pilihan di tengah pasar yang kompetitif.
Ia menegaskan insentif PPN DTP hanya berlaku untuk mobil listrik, bukan untuk kendaraan lain. Karena itu, menurut dia, keputusan membeli mobil baru tidak semestinya bergantung sepenuhnya pada kebijakan tersebut.
“Sehingga tanpa insentif tadi, apalagi insentif itu hanya untuk baterai electrified vehicle, bukan untuk kendaraan lain,” ucapnya.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Skema bantuan yang dibahas | Diskon PPN DTP untuk mobil listrik |
| Besar insentif | 40 persen hingga 100 persen |
| Status saat ini | Masih dievaluasi |
| Jangkauan insentif | Hanya untuk mobil listrik atau BEV |
Putu menambahkan, harga kendaraan saat ini sudah sangat affordable dan tidak akan berbeda jauh meski insentif belum turun. Ia menyebut produsen juga sudah memberi banyak diskon dan fasilitas untuk mempermudah kepemilikan mobil.
“Jadi untuk itu ya, sehingga karena sudah sangat bersaing, harganya sudah sangat affordable. Langsung saja dibeli,” ujar dia.
“Jadi saya jamin ya, itu tidak akan membedakan banyak hal. Karena sekarang produsen-produsen sudah memberikan diskon, hingga memberikan banyak sekali fasilitas-fasilitas (untuk kepemilikan mobil),” tutup Putu.
Source: www.cnnindonesia.com






