Honda Vario Evo 160 Diuji 100 Km Lebih di Belitung, Torsi Naik dan ABS Jadi Andalan

Honda Vario Evo 160 menempuh rute lebih dari 100 kilometer di Pulau Belitung untuk menguji karakter mesinnya dalam beragam kondisi jalan. Skutik ini melintasi jalur pesisir, kawasan pedesaan, hingga tikungan yang menuntut kelincahan pengendara.

Perjalanan tersebut menonjolkan peningkatan torsi pada mesin 160 cc, sekaligus membawa ABS sebagai salah satu penunjang keselamatan. Kombinasi itu menjadi perhatian karena motor digunakan di rute yang tidak hanya didominasi jalan lurus perkotaan.

Menurut laporan flotim.pikiran-rakyat.com, Astra Honda Motor mengajak sejumlah jurnalis otomotif menjajal motor ini di daerah yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi. Pengujian dilakukan untuk merasakan ketahanan mesin, kenyamanan, dan kemudahan bermanuver dalam perjalanan jarak menengah.

Rute dimulai dari Pantai Bebilai menuju Desa Wisata Kreatif Terong, kemudian berlanjut ke Honey Queen Trigona Bee Farm. Perjalanan ditutup di Pantai Tanjung Tinggi dengan total jarak yang disebut mencapai sekitar 104 hingga 114 kilometer.

Rute Uji Jalan di Belitung

Etape PerjalananRuteJarak yang Disebutkan
AwalPantai Bebilai ke Desa Wisata Kreatif Terong17 km
TengahMenuju Honey Queen Trigona Bee FarmSekitar 40–47 km
AkhirMenuju Pantai Tanjung Tinggi33 km

Lintasan tersebut memberi kesempatan untuk melihat respons motor saat menghadapi perubahan karakter jalan. Jalan pesisir dan pedesaan menghadirkan kebutuhan berbeda dibandingkan tikungan berliku yang menjadi bagian dari rute Belitung.

Torsi Bertambah, Tarikan Bawah Lebih Padat

Honda Vario Evo 160 menggunakan mesin eSP+ 160 cc empat katup dengan pendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.500 rpm serta torsi puncak 14 Nm pada 6.500 rpm.

Angka torsi tersebut naik dibandingkan Vario 160 sebelumnya yang tercatat memiliki torsi 13,8 Nm. Tambahan ini dikaitkan dengan karakter tarikan bawah yang terasa lebih padat untuk pemakaian di jalan kota maupun jalur menanjak.

AHM menyebut akselerasi dari 0 hingga 200 meter dapat ditempuh dalam 11,9 detik. Kecepatan maksimum yang diklaim untuk motor ini mencapai 109 km per jam.

Meski bobot motor disebut sedikit bertambah, kelincahan tetap menjadi salah satu aspek yang diuji selama perjalanan. Perpindahan arah di tikungan dikatakan tetap mudah berkat karakter handling yang ringan.

ABS dan Suspensi untuk Rute Bervariasi

Sistem pengereman Honda Vario Evo 160 telah dilengkapi Anti-lock Braking System atau ABS. Fitur ini ditujukan untuk menambah rasa aman ketika pengendara harus melakukan pengereman mendadak.

Di sektor kenyamanan, motor ini memakai suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang ganda. Konfigurasi tersebut membantu meredam jalan bergelombang, sementara posisi duduk ergonomis mendukung perjalanan yang lebih panjang.

Tampilan sporty juga menjadi bagian dari identitas motor ini melalui garis bodi tajam dan bentuk yang aerodinamis. Kehadirannya di Tanjung Pandan menarik perhatian masyarakat dan memperkuat posisinya di segmen skutik sport.

Panel instrumen digital, lampu LED, serta bagasi yang disebut mampu memuat helm full face melengkapi kebutuhan penggunaan harian. Perangkat tersebut membuat Honda Vario Evo 160 menggabungkan sisi praktis dengan penampilan modern.

Belum ada data resmi konsumsi bahan bakar yang dicantumkan dalam pengujian ini. Namun, penggunaan mesin eSP+ dan perjalanan di Belitung menempatkan motor tersebut sebagai pilihan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.

Terkait