Jarang Naik Motor di Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji Ternyata Sudah Punya SIM

Berjibaku di lintasan balap dunia tidak membuat Veda Ega Pratama dan Mario Aji sering menggunakan sepeda motor saat pulang ke Indonesia. Dua pembalap binaan Honda Team Asia itu ternyata telah memiliki surat izin mengemudi atau SIM untuk kebutuhan berkendara.

Veda yang masih berusia 17 tahun mengaku hanya sesekali mengendarai motor di Tanah Air. Mario, yang berusia 22 tahun, juga mengatakan lebih jarang memakai motor ketika berada di rumah.

Kebiasaan tersebut menjadi kontras dengan aktivitas keduanya di kejuaraan dunia balap motor. Veda sedang menjalani musim perdananya di Moto3 bersama Honda Team Asia, sementara Mario memasuki musim ketiga di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia.

SIM Sudah Dimiliki Keduanya

Veda baru membuat SIM setelah berulang tahun ke-17 pada tahun lalu. Ia menyebut kepemilikan SIM itu mengikuti usia yang sudah memenuhi syarat untuk membuat dokumen tersebut.

“Saya kan tahun lalu baru ulang tahun ke-17, jadi baru bikin SIM,” ujar Veda saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/7). Meski punya SIM, ia tidak memiliki preferensi khusus terhadap jenis motor yang digunakan sehari-hari.

PembalapKejuaraanDokumen MengemudiKebiasaan di Indonesia
Veda Ega PratamaMoto3SIM dibuat setelah berusia 17 tahunSesekali naik motor
Mario AjiMoto2SIM A, SIM C, dan SIM internasionalJarang menggunakan motor

Untuk kendaraan harian, Veda memilih motor biasa sesuai yang tersedia. Ia juga merasa tidak ada perbedaan berarti antara memakai motor matik dan motor manual untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya motor harian biasa saja, apa adanya,” kata Veda. Ia kemudian menegaskan, “Matic atau manual sama saja.”

Mario Membawa SIM Internasional ke Eropa

Mario Aji memiliki kelengkapan dokumen yang lebih luas karena juga berkendara saat berada di Eropa. Ia mengantongi SIM A dan SIM C dari Indonesia, serta telah mengajukan SIM internasional untuk digunakan di luar negeri.

“Ada. SIM A dan SIM C, di Eropa pakai SIM internasional, sudah apply, jadi aman,” jelas Mario. Menurut laporan CNN Indonesia, SIM internasional itu dipakai ketika ia lebih sering menyetir di Eropa, termasuk saat berangkat latihan bersama Veda.

Di rumah, Mario tidak selalu menggunakan kendaraan untuk bepergian. Keluarganya memiliki satu unit Honda Freed yang dipakai untuk kebutuhan harian, sedangkan ia belum mempunyai mobil pribadi.

Mario menyebut motor juga bukan kendaraan yang sering digunakannya saat berada di rumah. Namun, situasinya berbeda ketika berada di Eropa karena ia lebih kerap berada di balik kemudi.

Keduanya pulang ke Indonesia saat jeda musim panas untuk menghadiri sejumlah kegiatan. Setelah itu, Veda dan Mario akan kembali menyiapkan diri menjelang balapan di Mandalika.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait