Diuji di Balap Touring, Coolant Ini Bidik Mesin Panas dan Mobil Listrik

Author: Qoo Media

Lintasan balap touring nasional menjadi ruang uji yang berat bagi cairan pendingin radiator. Dalam kondisi mesin bekerja pada putaran tinggi, coolant harus membantu menjaga temperatur agar tidak melewati titik didih yang berisiko memicu overheat.

Pengalaman tersebut dipakai PT Autochem Industry untuk mengembangkan Master Radiator Coolant, produk yang juga ditujukan bagi kebutuhan kendaraan harian. Tantangannya tetap sama, terutama saat mobil terjebak kemacetan dengan pola perjalanan stop and go yang membuat aliran udara segar ke radiator lebih minim.

Tekanan Sistem Pendingin di Sirkuit dan Jalan Raya

Sistem pendingin menjadi komponen vital ketika mesin terus bekerja keras di sirkuit yang dinamis. Cairan pendingin perlu memiliki kemampuan transfer panas yang optimal agar suhu kerja mesin tetap stabil.

Kondisi itu tidak hanya terjadi di arena balap, tetapi juga dapat ditemui pada penggunaan perkotaan. Saat kendaraan berhenti dan berjalan berulang kali di tengah kemacetan, radiator bekerja lebih berat karena pendinginan dari aliran udara tidak maksimal.

PT Autochem Industry telah mengembangkan Master Radiator Coolant sejak 1998. Presiden Direktur PT Autochem Industry, Henry Sada, menyatakan keikutsertaan produk itu dalam balap touring nasional dipakai untuk menunjukkan keandalan sekaligus menjadi masukan bagi penyempurnaan formula.

“Radiator coolant ini berhasil menjadi market leader dengan kekuatan utama pada harga yang terjangkau oleh semua kalangan,” ujar Henry Sada. Ia juga menyebut pengujian di ajang balap menjadi bagian dari pengembangan produk untuk kebutuhan pelanggan di wilayah beriklim tropis ekstrem.

Produk Teknologi atau Formula Fokus Penggunaan
Master Radiator Coolant Komposisi glycol dan aditif antikarat Menjaga suhu mesin serta melindungi sistem pendingin
Master Radiator Coolant Gold Organic Acid Technology (OAT) Kendaraan elektrifikasi, bensin, dan diesel modern

Komposisi glycol pada coolant berperan dalam meningkatkan titik didih cairan dan menurunkan titik beku. Formula dengan komposisi yang tepat juga membantu kestabilan suhu kerja mesin serta pelepasan panas pada berbagai kondisi jalan.

Selain pengendalian temperatur, perlindungan terhadap korosi menjadi bagian penting dari fungsi cairan pendingin. Master Radiator Coolant dibekali aditif antikarat untuk membantu melindungi komponen sistem pendingin dari kerusakan akibat korosi.

Korosi pada sistem pendingin dapat memicu kebocoran pipa maupun penyumbatan saluran radiator. Gangguan tersebut berpotensi menurunkan kinerja pendinginan dan memengaruhi usia pakai komponen mesin.

Formula OAT untuk Kebutuhan Elektrifikasi

PT Autochem Industry juga menghadirkan Master Radiator Coolant Gold untuk menjawab perkembangan teknologi kendaraan modern dan isu ramah lingkungan. Produk ini menggunakan formula Organic Acid Technology atau OAT yang berbahan dasar organik.

Menurut informasi yang dimuat www.liputan6.com, teknologi OAT bekerja pada bagian logam yang membutuhkan perlindungan. Cara kerja tersebut ditujukan untuk mencegah korosi tanpa meninggalkan endapan pada sistem pendingin.

Formula Master Radiator Coolant Gold juga disebut memiliki tingkat penguapan rendah. Karakter ini ditujukan agar usia pakai coolant lebih panjang dan tetap efektif menghadapi perubahan cuaca di Indonesia.

Pengembangannya mencakup dukungan untuk kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik dan hybrid. Cairan pendingin ini dirancang menjaga temperatur komponen seperti baterai, motor listrik, dan inverter.

Di sisi lain, Master Radiator Coolant Gold tetap diposisikan untuk kendaraan bermesin bensin maupun diesel. Penggunaannya mencakup mesin yang telah mengadopsi teknologi katup variabel dan turbo intercooler, sehingga kebutuhan pendinginan kendaraan konvensional dan elektrifikasi dapat dijangkau dalam satu lini produk.

Source: www.liputan6.com
Terbaru