Pasar motor listrik Indonesia mendapat pemain baru dari Vietnam. VinFast meluncurkan tiga model sekaligus dengan harga awal Rp 17,5 juta OTR Jakarta melalui lini VinFast E-Motorcycle.
Harga tersebut berlaku untuk VinFast Evo, model paling terjangkau dalam jajaran awal merek ini. Dua model lain, Feliz II dan Viper, ditujukan bagi konsumen dengan pilihan harga yang lebih tinggi.
Peluncuran ini menandai ekspansi VinFast di segmen kendaraan listrik roda dua Indonesia. Perusahaan menempatkan Indonesia sebagai bagian dari strategi pembangunan ekosistem mobilitas hijau di Asia Tenggara.
Tiga Pilihan dengan Harga Berbeda
Ketiga motor listrik itu dirancang untuk kebutuhan gaya hidup yang berbeda. VinFast menyebut lini produknya memadukan teknologi modern, performa, fitur keselamatan, serta dukungan sistem penukaran baterai.
| Model | Harga OTR Jakarta | Skema Baterai |
|---|---|---|
| VinFast Evo | Mulai Rp 17,5 juta | Sewa baterai |
| Feliz II | Rp 18,5 juta | Sewa baterai |
| Viper | Rp 22 juta | Sewa baterai |
Seluruh harga tersebut ditawarkan dengan skema sewa baterai. Pendekatan ini menjadi salah satu cara VinFast untuk memperluas akses kepemilikan motor listrik bagi konsumen dari berbagai kalangan.
Managing Director VinFast E-Motorcycle Overseas Market, Vo Thi Cam Tu, mengatakan perusahaan melihat respons positif sejak masa pra-pemesanan. Ia menyebut konsumen Indonesia telah menunjukkan kepercayaan terhadap VinFast melalui ribuan pesanan.
“Dalam beberapa minggu terakhir, kami sangat bersemangat dengan respons terhadap kampanye pre-order sepeda motor kami. Dengan ribuan pesanan, konsumen Indonesia telah menunjukkan kepercayaan mereka pada VinFast,” ujar Vo Thi Cam Tu saat peluncuran di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengaitkan ekspansi tersebut dengan langkah kecil yang konsisten dalam transisi energi bersih. Menurutnya, setiap kendaraan listrik yang digunakan di jalan dapat menjadi bagian dari upaya menuju masa depan yang lebih bersih.
Garansi hingga 6 Tahun
Selain menawarkan harga awal yang relatif rendah, VinFast menyiapkan jaminan kepemilikan untuk konsumennya. Garansi yang diberikan mencapai 6 tahun atau 72.000 km.
Konsumen juga memperoleh program free subscription selama satu tahun. Tersedia pula alternatif keuntungan berupa konversi saldo baterai senilai Rp 1.150.000.
Menurut laporan otomotif.kompas.com, CEO VinFast Indonesia E-Motorcycle Yordan Satriadi menilai pasar lokal memiliki potensi besar. Hal itu dikaitkan dengan arah mobilitas masyarakat yang dinilai makin mengutamakan kendaraan ramah lingkungan pada 2026.
Yordan mengatakan pemerintah menargetkan populasi motor listrik mencapai 13 juta unit pada 2030. Target tersebut dipandang sebagai peluang besar bagi pengembangan kendaraan listrik roda dua di Indonesia.
“Di tahun 2026, kita melihat bahwa masyarakat cenderung mengarah ke mobilitas yang lebih kuat dan ramah lingkungan. Pemerintah menargetkan populasi motor listrik mencapai 13 juta unit pada tahun 2030,” kata Yordan.
Fokus pada Jaringan dan Layanan
VinFast tidak hanya mengandalkan penjualan unit untuk membangun bisnisnya di Indonesia. Strateginya juga mencakup kemudahan pengalaman kepemilikan, jaringan diler, dan layanan purna jual.
Perusahaan menjadwalkan pembukaan 20 diler resmi di berbagai wilayah Indonesia pada 19 Juli hingga 25 Juli 2026. Kehadiran jaringan tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan bagi pembeli Evo, Feliz II, maupun Viper.
Yordan menegaskan bahwa ekosistem pendukung menjadi pembeda utama yang ingin ditawarkan VinFast. “VinFast tidak hanya menjual motor listrik, tapi kita juga menjual ekosistem,” pungkasnya.
