Mitsubishi XForce Hybrid Bawa 7 Mode Berkendara, EV Mode Jadi Pembeda

Mitsubishi XForce Hybrid menawarkan karakter yang berbeda dari XForce bermesin bensin. SUV kompak ini membawa tujuh mode berkendara, termasuk EV Mode dan Charge Mode, untuk memberi pengemudi pilihan lebih luas sesuai kondisi perjalanan.

Perubahan terbesarnya berada pada sistem penggerak elektrifikasi yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik. Kombinasi ini tidak hanya diarahkan untuk efisiensi bahan bakar, tetapi juga menghadirkan respons torsi motor listrik yang mencapai 255 Nm.

Mesin bensin dan motor listrik bekerja berdampingan

XForce Hybrid memakai mesin bensin 1,6 liter DOHC MIVEC berkode 4A92. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 105,5 Tk dengan torsi 134 Nm, lalu didampingi motor listrik berkekuatan 114 Tk.

Motor listrik menjadi komponen penting karena menyumbang torsi 255 Nm. Mitsubishi juga menggunakan transmisi Shift by Wire atau electric shifter, yang disebut mendukung perpindahan transmisi lebih halus untuk karakter kendaraan hybrid.

KomponenSpesifikasi
Mesin bensin1.6L DOHC MIVEC 4A92
Tenaga mesin105,5 Tk
Torsi mesin134 Nm
Tenaga motor listrik114 Tk
Torsi motor listrik255 Nm
TransmisiShift by Wire

Data tersebut menunjukkan fokus utama XForce Hybrid bukan sekadar menambahkan emblem elektrifikasi. Kehadiran motor listrik memberi angka torsi yang lebih besar dibanding torsi mesin bensinnya, sehingga menjadi salah satu pembeda utama pada model ini.

7 Drive Mode untuk berbagai kondisi jalan

Fitur yang paling menonjol pada Mitsubishi XForce Hybrid adalah pilihan tujuh mode berkendara. Pengemudi dapat menyesuaikan karakter mobil lewat mode Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Mode, dan Charge Mode.

ModeFungsi yang disebutkan
NormalMode berkendara standar
WetMode untuk kondisi basah
GravelMode untuk permukaan kerikil
MudMode untuk kondisi berlumpur
TarmacMode untuk permukaan jalan beraspal
EV ModeMemungkinkan mobil melaju dengan tenaga listrik dalam kondisi tertentu
Charge ModeMode tambahan pada sistem hybrid

EV Mode memungkinkan mobil bergerak sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Fitur ini ditujukan untuk membantu menekan konsumsi bahan bakar, sementara Charge Mode melengkapi pilihan pengaturan sistem hybrid tersebut.

Menurut informasi yang dimuat moladin.com, dua mode tambahan membuat total pilihan berkendara XForce Hybrid menjadi tujuh. Kelengkapan ini memberi fleksibilitas lebih besar dibanding pendekatan SUV kompak yang hanya mengandalkan mode jalan konvensional.

Kabin lebih terang dengan panoramic glass roof

Selain sistem penggerak, Mitsubishi memperbarui suasana kabin dengan panoramic glass roof. Elemen ini membuat area interior terasa lebih lega dan membantu menghadirkan pencahayaan alami bagi penumpang.

Di bagian dashboard tersedia layar infotainment 12,3 inci sebagai pusat hiburan. Layar tersebut juga menampilkan fitur Energy Flow yang memperlihatkan distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, hingga baterai secara real time.

Tampilan aliran energi memberi pengemudi gambaran mengenai kerja sistem hybrid saat mobil digunakan. Informasi ini relevan karena pengoperasian kendaraan tidak hanya bergantung pada mesin bensin, melainkan juga pada kontribusi motor listrik dan baterai.

Identitas hybrid terlihat dari detail eksterior

Dari luar, XForce Hybrid tetap mempertahankan bahasa desain Dynamic Shield yang menjadi ciri Mitsubishi. Namun, sejumlah detail baru dipasang agar identitas varian elektrifikasinya lebih mudah dikenali.

Perubahannya mencakup gril depan dengan aksen baru, pelek alloy 18 inci khusus varian HEV, serta roof garnish baru. Lampu belakang mendapat aksen clear smoke, sementara emblem HEV dipasang di bagian depan dan emblem Hybrid EV hadir pada sisi kanan serta kiri bodi.

Pembaruan tersebut membuat XForce Hybrid tampil lebih modern tanpa meninggalkan karakter sporty SUV kompak ini. Perpaduan mesin 1,6 liter, motor listrik, kabin dengan atap kaca, dan tujuh mode berkendara menjadi paket utama yang membedakannya dari XForce bermesin bensin.

Terkait