Peter Szijjarto meninggalkan kursi parlemen Hongaria untuk bergabung dengan BYD, produsen kendaraan listrik asal China yang sedang memperluas basisnya di Eropa. Langkah mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria itu menempatkannya langsung di tengah ekspansi industri kendaraan energi baru di negaranya.
Ia akan memegang tanggung jawab atas hubungan eksternal grup dan pengembangan lini bisnis baru. Pengumuman tersebut disampaikan Szijjarto melalui unggahan Facebook pada 15 Juli 2026.
Szijjarto menyebut jabatan barunya sebagai peran internasional yang sangat bergengsi di salah satu perusahaan terkemuka dunia. Dalam pernyataannya, ia menilai BYD sebagai salah satu perusahaan otomotif paling sukses selama dua dekade terakhir.
“BYD adalah salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif selama 20 tahun terakhir dan pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru,” tulis Szijjarto. Ia juga menyatakan mulai menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup serta perluasan bisnis baru.
Dari Politik ke Ekspansi Otomotif
Peter Szijjarto tercatat menjadi anggota Majelis Nasional Hongaria sejak 2002. Ia memegang jabatan Menteri Luar Negeri sejak 2014 hingga Mei tahun ini.
Perpindahan Szijjarto terjadi ketika Hongaria menjadi salah satu lokasi penting bagi investasi perusahaan kendaraan listrik dan rantai pasok baterai asal China. www.cnnindonesia.com melaporkan bahwa negara tersebut telah menarik sejumlah pemain besar di sektor kendaraan energi baru dalam beberapa tahun terakhir.
BYD sendiri membangun pabrik produksi kendaraan listrik Eropa pertamanya di Szeged, Hongaria selatan, sejak 2024. Perusahaan itu juga sedang menyiapkan basis produksi kendaraan dengan kapasitas 300.000 unit di Hongaria.
Ekspansi tersebut tidak hanya mencakup fasilitas manufaktur. BYD juga mendirikan kantor pusat Eropa di Budapest, seiring rencana pembangunan pusat riset dan pengembangan baru di kota tersebut.
Jejak Investasi EV China di Hongaria
| Perusahaan | Fokus Kehadiran di Hongaria | Lokasi atau Detail |
|---|---|---|
| BYD | Produksi kendaraan dan kantor pusat Eropa | Pabrik di Szeged, kantor pusat di Budapest |
| Nio | Manufaktur dan R&D stasiun pertukaran baterai | Pabrik energi Eropa |
| CATL, EVE Energy, Sunwoda | Produksi baterai daya | Membangun pabrik baterai di Hongaria |
Pemerintah Hongaria dan BYD sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis. Kesepakatan itu mencakup pendirian kantor pusat Eropa BYD serta pusat penelitian dan pengembangan di Budapest.
Pada saat penandatanganan, Perdana Menteri Viktor Orbán menekankan bahwa dunia sedang mengalami transformasi akibat teknologi baru dan pergeseran permintaan konsumen. Ia menilai kepemimpinan China dalam teknologi EV dapat menjadi mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi Hongaria.
Menurut Orbán, kemitraan strategis tersebut berpotensi menempatkan Hongaria di posisi penting pada era baru teknologi otomotif. Arah kebijakan itu juga terlihat dari upaya pemerintah untuk menghubungkan perusahaan lokal dengan investor besar di sektor ini.
Pada April, Perdana Menteri Magyari menyatakan pemerintah berharap perusahaan lokal Hongaria dapat menjadi mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lainnya. “Saya yakin kita pasti akan mampu mencapai kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Selain BYD, Nio telah membangun pabrik energi Eropa yang berfokus pada manufaktur serta riset dan pengembangan stasiun pertukaran baterai. Sementara itu, CATL, EVE Energy, dan Sunwoda memperluas rantai pasok melalui pembangunan fasilitas baterai di Hongaria.
Masuknya Szijjarto ke BYD memperlihatkan pentingnya hubungan eksternal dalam strategi perusahaan tersebut di Eropa. Kehadirannya juga bertepatan dengan penguatan ekosistem kendaraan listrik China yang kini bertumpu pada produksi kendaraan, pengembangan teknologi, dan pasokan baterai di Hongaria.
Source: www.cnnindonesia.com






