Setir Bergetar atau Mobil Oleng, Tanda Ban dan Roda Perlu Segera Diperiksa

Author: Qoo Media

Setir yang bergetar saat mobil melaju atau kendaraan yang terasa oleng tidak sebaiknya dianggap gangguan kecil. Gejala tersebut dapat menjadi peringatan bahwa kondisi ban atau roda perlu segera diperiksa sebelum memengaruhi kenyamanan dan kestabilan berkendara.

Mobil yang cenderung bergerak ke satu arah ketika setir diarahkan lurus juga patut mendapat perhatian. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah pada ban atau roda, sehingga pemeriksaan tidak perlu menunggu jadwal perawatan berikutnya.

Ban Depan dan Belakang Tidak Aus dengan Cara yang Sama

Ban mobil menerima beban dan tekanan yang berbeda sesuai posisinya. Perbedaan tersebut membuat tingkat keausan antara ban depan dan belakang dapat tidak merata apabila posisi ban dibiarkan sama dalam waktu lama.

Pemakaian harian di jalan perkotaan yang padat dapat mempercepat perubahan kondisi tapak ban. Gesekan, panas, pengereman, serta manuver berulang menjadi faktor yang membuat keausan ban perlu dipantau secara berkala.

Rotasi ban dilakukan untuk memindahkan posisi ban agar beban dan tingkat keausannya dapat tersebar lebih merata. Langkah ini membantu ban tidak terus menerima tekanan besar pada posisi yang sama dan berpotensi memperpanjang masa pakainya.

Acuan Pemeriksaan Kondisi yang Diperhatikan Tindakan yang Disarankan
Setiap 10.000 kilometer Jarak tempuh kendaraan Lakukan rotasi ban
Setiap enam bulan Waktu penggunaan Lakukan rotasi ban bila jarak tempuh belum tercapai
Saat muncul gejala Oleng, getaran setir, atau tapak aus tidak merata Segera periksa ban dan roda

Menurut haloyouth.pikiran-rakyat.com, rotasi ban umumnya disarankan setiap 10.000 kilometer atau enam bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Patokan ini dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan rutin, bukan hanya ketika ban sudah terlihat menipis.

Getaran Setir Perlu Dicermati

Getaran pada setir yang muncul ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu dapat berkaitan dengan pola keausan ban yang tidak merata. Kondisi tersebut juga bisa menunjukkan roda memerlukan balancing agar putarannya kembali seimbang.

Balancing disarankan dilakukan bersamaan dengan rotasi ban untuk membantu menjaga bobot putaran roda tetap merata. Pemeriksaan di bengkel umum terpercaya atau bengkel resmi dapat membantu memastikan proses perawatan dilakukan dengan tepat.

Keausan tapak yang lebih cepat pada salah satu sisi ban juga merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan. Pemilik kendaraan sebaiknya menjadwalkan pemeriksaan dan rotasi ketika menemukan perbedaan ketebalan tapak seperti ini.

Traksi dan Pengereman Bisa Ikut Terdampak

Ban yang aus merata membantu menjaga traksi antarroda lebih seimbang, terutama saat mobil melewati jalan licin atau bermanuver di tikungan. Keseimbangan cengkeraman ini berperan dalam menjaga kendaraan tetap stabil saat dikendarai.

Kondisi ban juga berkaitan dengan kemampuan mobil saat melakukan pengereman. Dalam situasi darurat, perbedaan cengkeraman antarban dapat membuat kendaraan terasa kurang stabil.

Selain jadwal rotasi, tekanan angin ban perlu diperhatikan secara rutin. Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mempercepat keausan dan memengaruhi kenyamanan serta pengendalian mobil.

Pemeriksaan visual sebelum perjalanan jauh juga penting dilakukan pada dinding dan permukaan ban. Retakan, benjolan, atau kerusakan lain perlu menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama juga sebaiknya dihindari ketika kendaraan diparkir. Panas berlebih dapat memengaruhi kondisi karet ban, sehingga perawatan tidak cukup hanya mengandalkan usia atau jarak tempuh kendaraan.

Dengan memeriksa gejala kecil sejak awal, pemilik mobil dapat menentukan waktu perawatan berdasarkan kondisi nyata ban dan roda. Rotasi teratur, balancing bila diperlukan, serta tekanan angin yang sesuai menjadi langkah dasar untuk menjaga penggunaan ban tetap aman.

Terbaru