Rasa pegal pada leher, lengan, kaki, atau punggung saat mengendarai motor bukan hanya soal lamanya perjalanan. Posisi tubuh yang kurang tepat dapat membuat pengendara lebih cepat lelah dan berpotensi mengurangi fokus dalam mengendalikan kendaraan.
Postur berkendara yang baik membantu tubuh tetap rileks sekaligus memberi ruang gerak yang cukup saat menghadapi kondisi jalan. PT Sinar Sentosa Primatama atau Sinsen, Main Dealer sepeda motor Honda di Jambi, mengingatkan pengendara agar memperhatikan tujuh posisi dasar berikut.
Setiap bagian tubuh memiliki peran berbeda dalam menjaga keseimbangan, pandangan, serta respons ketika motor harus berbelok atau berhenti. Berikut ringkasan posisi yang perlu diperhatikan selama perjalanan.
| Bagian Tubuh | Posisi yang Dianjurkan | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Kepala | Menghadap ke depan | Membantu fokus pada kondisi jalan |
| Bahu dan lengan | Tegak, rileks, dan sedikit menekuk | Mengurangi beban tubuh saat bermanuver |
| Pinggul, lutut, dan kaki | Stabil di jok serta pijakan | Menjaga keseimbangan motor |
1. Kepala Menghadap ke Depan
Kepala perlu selalu mengarah ke depan dengan pandangan terfokus pada jalan yang dilalui. Posisi ini membantu pengendara membaca situasi lalu lintas dan mengantisipasi potensi bahaya yang muncul di depan.
2. Bahu Tegak dan Rileks
Bahu sebaiknya dijaga tetap tegak tanpa tegang selama mengendarai motor. Bahu yang tidak membungkuk dapat mengurangi beban pada punggung sehingga tubuh tidak cepat lelah.
3. Lengan Sedikit Menekuk
Lengan perlu ditekuk sedikit ke atas agar pengendara memiliki keleluasaan dalam mengendalikan setang. Posisi ini penting terutama ketika motor berbelok karena ruang gerak menjadi lebih baik.
Siku yang mengarah ke bawah sebaiknya dihindari karena dapat membatasi pergerakan saat melakukan manuver. Pengendara perlu menjaga posisi lengan agar tetap nyaman tanpa membuat setang sulit dikendalikan.
4. Jari Tidak Bertumpu di Tuas Rem
Kebiasaan meletakkan satu atau dua jari di atas tuas rem saat motor berjalan sebaiknya tidak dilakukan. Saat refleks menghindari bahaya, posisi tersebut dapat memicu pengereman mendadak ketika gas masih terbuka.
Kondisi pengereman yang tidak tepat berpotensi membuat roda kehilangan traksi dan meningkatkan risiko terjatuh. Pengendara perlu menggunakan tuas rem dengan kontrol yang sesuai terhadap situasi jalan.
5. Pinggul Berada di Tengah Jok
Pinggul sebaiknya ditempatkan nyaman di bagian tengah jok, tidak terlalu maju dan tidak terlalu mundur. Posisi ini membantu menjaga keseimbangan serta memberi kontrol yang lebih baik terhadap sepeda motor.
Posisi duduk yang stabil juga membuat pengendara tidak perlu menahan tubuh secara berlebihan selama perjalanan. Dengan begitu, beban pada tubuh dapat terasa lebih ringan ketika berkendara dalam waktu lama.
6. Lutut Berada di Balik Bodi Motor
Lutut perlu berada di balik bodi motor untuk membantu menciptakan posisi berkendara yang lebih stabil. Cara ini juga dapat membantu melindungi kaki dari risiko bersenggolan dengan kendaraan lain atau benda di sekitar jalan.
Posisi lutut yang terlalu terbuka dapat membuat tubuh kurang rapat dengan motor saat melaju. Menjaga kaki tetap pada posisi yang tepat menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara.
7. Kaki Menapak Sesuai Jenis Motor
Pada motor matik, ujung kaki dianjurkan berada di bagian depan dek motor. Untuk motor sport atau cub, telapak kaki perlu diposisikan di tengah pijakan atau footstep.
Pijakan kaki yang benar membantu menjaga keseimbangan dan memberi tumpuan lebih kuat saat pengereman. Pengendara juga perlu memastikan kaki tidak berada pada posisi yang mengganggu kendali motor.
Postur yang tepat bukan pengganti perlengkapan pelindung, tetapi keduanya saling mendukung saat berada di jalan. Pengendara sepeda motor Honda maupun merek lain tetap dianjurkan menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap dan menerapkan semangat #Cari_Aman.
