Pabrik Subang Belum Tercatat Produksi, Penjualan BYD Tembus Ribuan Unit

Author: Qoo Media

Penjualan BYD di Indonesia melonjak hingga ribuan unit pada Juni 2026, ketika pabriknya di kawasan Subang Metropolitan belum tercatat memiliki aktivitas produksi dalam data Gaikindo. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai asal kendaraan yang didistribusikan ke pasar domestik.

Secara wholesales, BYD membukukan distribusi 5.264 unit pada periode tersebut. Penjualan retail dari dealer kepada konsumen juga mencapai 3.757 unit, menunjukkan permintaan yang tetap besar di tengah perubahan pola pasokan kendaraan.

Produksi BYD Belum Muncul di Data Gaikindo

Data produksi Gaikindo hingga Juni 2026 belum mencantumkan BYD sebagai merek yang melakukan perakitan kendaraan di Indonesia. Dalam daftar 26 merek yang tercatat memproduksi kendaraan, terdapat nama seperti Toyota, Hyundai, Wuling, Geely, Chery, Xpeng, hingga Maxus.

Situasi tersebut berbeda dengan penjualan BYD Indonesia yang sudah berada pada level ribuan unit. Kesenjangan antara data produksi, angka impor, dan distribusi menjadi perhatian karena sebagian besar model yang disalurkan bukan dua model yang tercatat diimpor pada tahun ini.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, kegiatan impor BYD turun tajam menjadi 536 unit. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah mobil BYD yang masuk secara utuh atau CBU dari China mencapai 14.179 unit.

Indikator Periode Jumlah
Wholesales BYD Juni 2026 5.264 unit
Retail BYD Juni 2026 3.757 unit
Impor BYD Januari-Juni 2026 536 unit
Impor BYD Januari-Juni tahun sebelumnya 14.179 unit

Menurut data Gaikindo yang dikutip oto.detik.com, impor BYD sepanjang Januari-Juni 2026 hanya mencakup Seal dan Atto 3. Padahal, distribusi terbesar pada bulan keenam justru datang dari Atto 1, M6 DM, dan M6.

Atto 1 dan M6 Mendominasi Distribusi

BYD Atto 1 menjadi model dengan distribusi tertinggi pada Juni 2026, yakni 2.249 unit. Posisi berikutnya ditempati BYD M6 DM sebanyak 1.825 unit, sedangkan BYD M6 tercatat 827 unit.

Model Distribusi Juni 2026 Keterangan
BYD Atto 1 2.249 unit Distribusi tertinggi
BYD M6 DM 1.825 unit Model Dual Mode
BYD M6 827 unit Masuk jajaran distribusi terbesar

Komposisi model tersebut membuat asal kendaraan yang beredar menjadi sorotan, terutama karena data impor tahun ini hanya menunjukkan Seal dan Atto 3. BYD sebelumnya mengandalkan impor CBU dari China untuk memasok seluruh produknya ke Indonesia.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, sebelumnya menyebut fasilitas di Subang telah menghasilkan sejumlah kendaraan. “Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut,” jelasnya pada Juni lalu.

Sinyal Perakitan Lokal untuk M6 DM

Luther juga memberi sinyal bahwa M6 DM telah dipersiapkan dengan keterlibatan komponen yang diproduksi di Indonesia. Namun, ia belum menyampaikan status resmi perakitan lokal model tersebut secara gamblang.

“Seharusnya, saya tidak bicara official ya saat ini. Harusnya iya (sudah diproduksi lokal),” ujar Luther. Ia menambahkan bahwa M6 DM secara khusus dipersiapkan untuk Indonesia serta dilengkapi komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri.

Dengan demikian, pernyataan BYD mengenai kendaraan dari fasilitas Subang memberi penjelasan awal atas terbatasnya impor di tengah tingginya distribusi. Meski begitu, data produksi Gaikindo hingga Juni 2026 masih belum mencatat aktivitas produksi Pabrik BYD Subang secara resmi.

Terbaru