Pemerintah mendorong Isuzu Astra Motor Indonesia meningkatkan produksi hingga 500 ribu unit dalam tiga sampai empat tahun ke depan. Target itu muncul setelah pabrik Isuzu di Karawang mencatatkan produksi kumulatif 300 ribu unit sejak mulai beroperasi pada 2015.
Tantangan terbesarnya terletak pada pemanfaatan fasilitas yang masih belum maksimal. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 80 ribu unit per tahun, sedangkan realisasi produksinya masih berada di kisaran 35 ribu unit per tahun.
Target Produksi dan Utilisasi Pabrik
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan pemerintah siap membantu peningkatan model dan volume produksi. Langkah itu ditujukan agar Indonesia dapat menjadi salah satu basis produksi global Isuzu.
Setia berharap perusahaan dapat memperluas jumlah produk serta tipe kendaraan yang dibuat di dalam negeri. Ia menilai pencapaian angka 500 ribu unit dapat diwujudkan dalam rentang tiga hingga empat tahun apabila pengembangan produksi berjalan konsisten.
| Indikator | Realisasi | Periode/Keterangan |
|---|---|---|
| Produksi kumulatif pabrik Karawang | 300 ribu unit | Sejak beroperasi pada 2015 |
| Kapasitas produksi tahunan | 80 ribu unit | Pabrik Isuzu Karawang |
| Realisasi produksi tahunan | Sekitar 35 ribu unit | Saat ini |
| Target produksi tahunan pemerintah | 50 ribu unit | Tahun-tahun mendatang |
Menurut Setia, peningkatan produksi tahunan menjadi sekitar 50 ribu unit menjadi tahap penting sebelum target yang lebih besar dicapai. Kenaikan utilisasi pabrik juga akan menentukan seberapa jauh fasilitas manufaktur di Karawang dapat mendukung ambisi produksi nasional.
Penjualan dan Produksi Sama-sama Tumbuh
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan penjualan ritel Isuzu di Indonesia mencapai 13.430 unit pada semester pertama 2026. Angka itu naik 18,9 persen dibandingkan periode Januari hingga Juni 2025.
Di sisi produksi, Isuzu membukukan 16.329 unit kendaraan untuk kebutuhan domestik dan ekspor pada periode yang sama. Realisasi tersebut tumbuh 2,6 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya.
Perbedaan antara kapasitas pabrik dan produksi aktual menunjukkan masih terdapat ruang besar untuk ekspansi. Pemerintah memandang penambahan model serta volume produksi dapat menjadi jalan untuk mengisi kapasitas yang belum terpakai.
Informasi yang dikutip dari www.cnnindonesia.com juga memperlihatkan target ini tidak hanya terkait pasar domestik. Pemerintah menempatkan peningkatan produksi Isuzu sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam jaringan manufaktur kendaraan global.
Ekspor Kendaraan Nasional Tetap Menguat
Dorongan terhadap produksi Isuzu datang ketika ekspor kendaraan Indonesia masih mencatat pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik. Ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) hingga Juni 2026 mencapai 251.705 unit.
Volume ekspor mobil CBU tersebut tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Setia menilai capaian itu mencerminkan daya saing industri otomotif nasional yang tetap terjaga.
Peningkatan kapasitas produksi di Karawang berpotensi memperkuat kontribusi Isuzu bagi pasar domestik maupun ekspor. Pemerintah pun berharap produksi tahunan perusahaan dapat melampaui level 35 ribu unit dan bergerak menuju 50 ribu unit pada tahun-tahun mendatang.
