PT Motul Indonesia Energy (MIE) memilih mendekat ke bengkel-bengkel lokal untuk memperluas pasar pelumas di Indonesia. Strategi ini tidak hanya mengandalkan distribusi produk, tetapi juga menempatkan edukasi mekanik sebagai bagian penting dari penguatan jaringan.
Program kemitraan tersebut menyasar pemilik bengkel serta distributor regional melalui pertemuan berformat kecil. Dalam satu sesi, MIE melibatkan tiga hingga empat bengkel agar pembahasan produk dan kebutuhan servis kendaraan dapat berlangsung lebih terfokus.
Dimulai dari Tangerang Selatan
Rangkaian program dimulai di Tangerang Selatan pada Kamis, 16 Juli 2026. Setelah itu, MIE menyiapkan perluasan kegiatan ke Kabupaten Bogor dan sejumlah kota besar lain di Indonesia.
| Wilayah | Status Kegiatan | Informasi Utama |
|---|---|---|
| Tangerang Selatan | Telah dimulai | 16 Juli 2026 |
| Kabupaten Bogor | Disiapkan | Menjadi wilayah ekspansi berikutnya |
| Kota besar lain di Indonesia | Direncanakan | Bagian dari perluasan program |
Pendekatan ini merupakan pengembangan dari skema Motul Performance System atau MPS yang sebelumnya telah berjalan. Bedanya, format baru dibuat lebih ringkas dan menyentuh pelaku usaha pada skala mikro.
Dengan kelompok peserta yang lebih kecil, kegiatan diarahkan untuk menciptakan interaksi yang lebih mendalam antara produsen, distributor, dan bengkel. MIE juga ingin memastikan informasi mengenai perawatan kendaraan bisa diterima langsung oleh mekanik yang bekerja di lapangan.
Bukan Sekadar Menambah Jalur Distribusi
Program tersebut memadukan pemaparan materi dengan praktik langsung. Model ini digunakan untuk memperkenalkan solusi servis kendaraan sekaligus memberi pemahaman mengenai penggunaan lini produk yang tersedia.
Para pemilik bengkel diperkenalkan dengan portofolio dari Motul Indonesia dan Ipone. Produk yang dibahas mencakup pelumas mesin, produk essentials seperti scooter gear dan brake fluid, serta cairan aditif kimia atau chemical additives.
Ragam produk itu diposisikan sebagai bagian dari paket solusi perawatan kendaraan. Melalui pemahaman yang lebih menyeluruh, bengkel diharapkan mengenali pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan layanan yang mereka tangani.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan program ini dirancang untuk mengurangi jarak antara produsen, distributor, dan pelaku usaha bengkel. Menurut dia, hubungan yang lebih dekat diperlukan agar materi edukasi dapat tersampaikan secara efektif.
“Kami ingin memastikan terjadinya kolaborasi yang intim serta transfer edukasi yang efektif mengenai paket solusi servis kendaraan,” ujar Welmart dalam keterangan resminya. “Kami tidak hanya memberikan materi presentasi, tetapi juga praktik langsung untuk mengenalkan keunggulan lini produk kami secara menyeluruh.”
Targetkan Penguatan Jaringan di Daerah
Menurut Welmart, pelaksanaan kegiatan di berbagai daerah dapat menjadi pendorong penguatan jaringan distribusi hingga tingkat akar rumput. Bengkel lokal menjadi titik yang penting karena berhadapan langsung dengan kebutuhan perawatan kendaraan sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa MIE ingin produk Motul dan Ipone makin dikenal luas di Indonesia. Perusahaan juga ingin mengukuhkan posisinya sebagai pilihan paket solusi perawatan kendaraan bagi masyarakat.
Otomotif.kompas.com melaporkan, program ini menempatkan pelatihan dan praktik sebagai unsur utama, bukan sekadar pengenalan produk. Pola tersebut ditujukan agar manfaat edukasi dapat diterapkan pada layanan yang diberikan bengkel lokal.
Ekspansi ke wilayah lain akan menjadi bagian dari upaya MIE memperluas penetrasi pasar pelumas nasional. Pada saat yang sama, perusahaan optimistis pendekatan edukatif di tingkat wilayah dapat membantu meningkatkan standar pelayanan bengkel.
