Penjualan mobil China di Meksiko tercatat melonjak hampir 30 persen pada enam bulan pertama tahun ini. Namun, pemerintah Meksiko menilai angka tersebut tidak mencerminkan dampak sebenarnya dari kebijakan tarif impor yang lebih tinggi.
Lonjakan penjualan itu menjadi perhatian Amerika Serikat karena Meksiko dipandang berpotensi menjadi jalur masuk bagi produsen China ke pasar Amerika Utara. Isu ini juga dapat menambah tekanan dalam pembahasan masa depan pakta perdagangan kawasan tersebut.
Data Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko menunjukkan merek-merek China menyumbang 17 persen penjualan kendaraan baru pada semester pertama tahun ini. Pangsa itu meningkat dari 14 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Periode | Pangsa Merek China | Penjualan |
|---|---|---|
| Semester I tahun ini | 17 persen | 137.525 unit |
| Semester I tahun sebelumnya | 14 persen | 107.712 unit |
Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Meksiko Luis Rosendo Gutierrez menyebut data penjualan tersebut “menyesatkan”. Menurutnya, produsen otomotif China telah menimbun persediaan kendaraan utuh atau CBU sebelum kenaikan tarif impor diberlakukan.
Gutierrez mengatakan ukuran yang lebih penting adalah arus impor, bukan angka kendaraan yang keluar dari diler. Ia menyatakan impor kendaraan bermerek China yang dikenai tarif turun 43 persen selama lima bulan pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Yang penting bukanlah angka penjualan. Yang penting adalah bahwa langkah-langkah tersebut telah menghentikan impor kendaraan dari Asia,” kata Gutierrez kepada Reuters.
Tarif Tinggi dan Kekhawatiran Amerika Serikat
Meksiko memberlakukan tarif impor hingga 50 persen pada Januari 2026 untuk kendaraan dari China dan sejumlah negara Asia lainnya. Pemerintah Meksiko menyatakan kebijakan itu ditujukan untuk melindungi lapangan kerja.
Para analis menilai kenaikan tarif tersebut juga berkaitan dengan upaya Meksiko meyakinkan pemerintah Amerika Serikat. Washington khawatir produsen China memanfaatkan Meksiko sebagai batu loncatan ke pasar AS, yang memiliki industri otomotif senilai US$1,2 triliun per tahun.
Pejabat AS dan Meksiko dijadwalkan memulai putaran ketiga pembicaraan di Mexico City pada Selasa (21/7). Data pasar otomotif Meksiko menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
BYD Masih Terbesar, Geely Tumbuh Paling Kuat
Di tengah pengetatan tarif impor Meksiko, Geely mencatat pertumbuhan penjualan paling kuat tahun ini. Setelahnya ada MG Motor, Changan, dan Chery berdasarkan data asosiasi distributor otomotif yang dikutip CNN Indonesia.
BYD tetap menjadi pemain terbesar di antara merek China di Meksiko, meski penjualannya sedikit menurun. Penjualan BYD tercatat 33.969 unit, turun dari 34.606 unit pada periode sebelumnya.
| Merek | Catatan Kinerja | Data Tersedia |
|---|---|---|
| Geely | Pertumbuhan penjualan terkuat | Tidak dirinci |
| BYD | Pemain terbesar di pasar Meksiko | 33.969 unit |
| MG Motor, Changan, Chery | Menyusul pertumbuhan Geely | Tidak dirinci |
Ekspansi mobil China di Meksiko berlangsung cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pangsa kendaraan impor dari China tumbuh dari kurang dari 1 persen pada 2020 menjadi 7 persen dua tahun kemudian, lalu mencapai 17 persen pada semester pertama tahun ini.
Presiden eksekutif asosiasi distributor Guillermo Rosales memperkirakan merek China masih akan memperluas pangsa pasar, walau lajunya tidak secepat tahun-tahun sebelumnya. “Pasar telah jenuh dengan pasokan,” tuturnya.
Rosales juga menilai produsen China cenderung menanggung beban tarif lebih tinggi melalui insentif ketimbang kehilangan posisi di salah satu pasar kendaraan terbesar dunia. Strategi itu membuat persaingan di pasar otomotif Meksiko tetap ketat meski hambatan impor telah dinaikkan.
Source: www.cnnindonesia.com






