Persaingan SUV hybrid di kelas harga Rp400 jutaan kini semakin ketat. Wuling Almaz RS Pro Hybrid yang lebih dahulu hadir mendapat penantang langsung dari Mitsubishi XForce Hybrid.
Di atas kertas, Almaz RS Pro Hybrid membawa tenaga motor listrik dan torsi yang lebih besar. Namun, XForce Hybrid menawarkan pendekatan berbeda melalui mesin lebih kecil yang berpotensi menarik bagi pengguna yang mengejar efisiensi penggunaan harian.
Kedua model sama-sama menggunakan penggerak roda depan atau FWD dan mesin bensin berkarakter Atkinson Cycle. Perbedaan kapasitas mesin, output motor listrik, hingga ukuran baterai membuat karakter keduanya tidak sepenuhnya sama.
Almaz Unggul pada Output Penggerak
Wuling Almaz RS Pro Hybrid memakai mesin bensin 2.0 liter Atkinson Cycle berkapasitas 1.999 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 123 hp dan torsi 168 Nm, lalu dipadukan dengan motor listrik bertenaga 174 hp serta torsi 320 Nm.
Kombinasi ini menunjukkan fokus Wuling pada angka performa yang lebih besar. Motor listriknya memiliki tenaga dan torsi di atas Mitsubishi XForce Hybrid, sehingga menjadi nilai jual penting bagi calon pembeli yang memprioritaskan respons tenaga.
Wuling juga menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 1,8 kWh. Penyaluran tenaga dilakukan melalui Dedicated Hybrid Transmission atau DHT.
XForce Hybrid Membawa Mesin Lebih Ringkas
Mitsubishi XForce Hybrid mengandalkan mesin 1.6 liter MIVEC Atkinson berkapasitas 1.590 cc. Mesin bensinnya menghasilkan 105 PS dan torsi 134 Nm, dengan dukungan motor listrik bertenaga 116 PS serta torsi 255 Nm.
Motor listrik XForce Hybrid memang berada di bawah Almaz dalam angka tenaga dan torsi. Meski begitu, kapasitas mesin yang lebih kecil memberi model Mitsubishi ini potensi efisiensi yang lebih baik untuk pemakaian sehari-hari.
Mitsubishi memasangkan sistem e:Motion Hybrid dengan baterai lithium-ion 1,1 kWh dan Hybrid Transaxle. Pilihan teknologi tersebut menegaskan karakter XForce Hybrid yang menonjolkan efisiensi bahan bakar, pengalaman berkendara, serta sistem hybrid generasi terbaru.
| Spesifikasi | Wuling Almaz RS Pro Hybrid | Mitsubishi XForce Hybrid |
|---|---|---|
| Mesin | 2.0L Atkinson | 1.6L MIVEC Atkinson |
| Kapasitas mesin | 1.999 cc | 1.590 cc |
| Tenaga mesin | 123 hp | 105 PS |
| Torsi mesin | 168 Nm | 134 Nm |
| Tenaga motor listrik | 174 hp | 116 PS |
| Torsi motor listrik | 320 Nm | 255 Nm |
| Baterai | Lithium-ion 1,8 kWh | Lithium-ion 1,1 kWh |
| Transmisi | Dedicated Hybrid Transmission | Hybrid Transaxle |
| Penggerak | FWD | FWD |
Harga dan Karakter yang Berbeda
Data model yang tercantum di moladin.com menempatkan Mitsubishi XForce pada rentang Rp388 juta hingga Rp471,5 juta. Wuling New Almaz RS berada pada rentang Rp388,5 juta hingga Rp439,2 juta, sehingga keduanya bersinggungan di pasar SUV sekitar Rp400 jutaan.
Rentang tersebut menunjukkan pilihan konsumen tidak hanya ditentukan oleh harga awal. Karakter kendaraan, kebutuhan kabin, fitur, dan preferensi terhadap sistem hybrid akan menjadi pembeda saat memilih salah satunya.
Almaz RS Pro Hybrid menonjolkan kabin luas dan kelengkapan fitur, selain bekal motor listrik yang lebih kuat. XForce Hybrid mengedepankan efisiensi, pengalaman berkendara, dan teknologi e:Motion Hybrid sebagai daya tarik utamanya.
Bagi pemburu output tenaga dan torsi lebih tinggi, Almaz RS Pro Hybrid memiliki keunggulan yang jelas di atas kertas. Sebaliknya, XForce Hybrid menjadi opsi bagi pengguna yang melihat mesin lebih kecil dan sistem hybrid terbaru sebagai pertimbangan utama.







