Changan menyiapkan langkah besar di pasar otomotif Indonesia dengan target menghadirkan 15 model baru dalam tiga tahun. Seluruh model yang direncanakan masuk akan mengusung teknologi ramah lingkungan, dari hybrid hingga kendaraan listrik.
Rencana ini membuat Changan berpotensi memperluas pilihan konsumen di tengah persaingan merek China yang semakin padat. Salah satu peluang terbesarnya datang dari Deepal S05, karena model ini menawarkan opsi REEV yang masih jarang ditemukan di pasar Indonesia.
Target 15 Model dalam Tiga Tahun
Menurut ridertua.com, deretan mobil yang disiapkan Changan mencakup kendaraan hybrid, BEV, PHEV, dan REEV. Strategi tersebut menunjukkan fokus perusahaan pada elektrifikasi, bukan sekadar menambah pilihan model bermesin konvensional.
Target 15 model tergolong ambisius bagi merek yang masih membangun pijakan di segmen roda empat Indonesia. Namun, ekspansi produk ini sejalan dengan langkah sejumlah pabrikan China yang agresif memperluas pasar global melalui kendaraan elektrifikasi.
Changan telah memperkenalkan Lumin sebagai produk bermerek Changan di Indonesia. Hatchback listrik berdesain retro-modern tersebut dipasarkan di kisaran harga Rp 200 jutaan.
Selain Lumin, Changan juga membawa lini Deepal untuk memperkuat penawaran kendaraan ramah lingkungan. Deepal S05 menjadi model yang telah dirilis dengan dua pilihan sistem penggerak, yaitu REEV dan BEV.
| Model | Jenis Kendaraan | Pilihan Penggerak |
|---|---|---|
| Changan Lumin | Hatchback listrik | Listrik |
| Deepal S05 | SUV | REEV dan BEV |
Peluang dari Varian REEV
Kehadiran Deepal S05 dengan varian REEV menjadi salah satu pembeda dalam rencana ekspansi Changan. Sumber tersebut menyebut belum ada model REEV lain yang dijual di Indonesia, sehingga S05 berpeluang membuka segmen tersebut lebih awal.
Varian BEV pada S05 tetap menempatkan Changan dalam persaingan kendaraan listrik murni yang kini semakin ramai. Sementara itu, opsi REEV memberi perusahaan jalur berbeda dibanding banyak kompetitor yang lebih banyak mengandalkan BEV dan PHEV.
Changan belum memerinci daftar lengkap 15 model yang akan dibawa ke Indonesia. Karena itu, belum ada kepastian mengenai urutan peluncuran, nama model, maupun pembagian teknologi untuk setiap kendaraan yang direncanakan.
Avatr 11 Masih Menunggu Kejelasan
Nama Avatr 11 sempat menjadi perbincangan sebagai salah satu kandidat model yang dapat masuk ke Indonesia. Avatr berada di bawah naungan Changan dan Avatr 11 merupakan SUV dengan tampilan minimalis serta futuristis.
Namun, Changan belum kembali menjelaskan perkembangan rencana untuk Avatr di pasar Indonesia. Belum dapat dipastikan apakah Avatr 11 akan menjadi bagian dari 15 model tersebut atau perusahaan akan memilih produk lain.
Jaringan Dealer Ditargetkan Tembus Lebih dari 100
Ekspansi Changan tidak hanya bertumpu pada peluncuran produk baru, tetapi juga perluasan jaringan penjualan dan layanan. Saat ini perusahaan disebut telah memiliki 23 dealer, dengan target lebih dari 100 dealer di berbagai wilayah Indonesia pada 2030.
Penguatan layanan purnajual juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang tersebut. Ketersediaan suku cadang dan kualitas pelayanan akan menjadi faktor penting bagi calon pemilik saat mempertimbangkan merek yang masih berkembang di pasar nasional.
Persaingan Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia sendiri telah diisi oleh BYD, Geely, Chery, Wuling, dan BAIC dengan beragam pilihan SUV. Di tengah kondisi itu, kemampuan Changan menghadirkan model baru secara konsisten serta memperluas dealer akan menentukan seberapa cepat merek ini bisa membangun kepercayaan konsumen.







