Dominasi merek-merek otomotif China di pasar Indonesia semakin nyata sepanjang semester I/2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD berhasil mempertahankan posisi teratas sebagai mobil China terlaris, unggul signifikan atas para pesaingnya seperti Chery dan Wuling.
Hingga akhir Juni 2025, BYD mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 14.092 unit. Angka ini mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan listrik asal China, apalagi BYD aktif memperluas lini produknya di Indonesia. Sejumlah model andalannya seperti BYD Seal, Dolphin, Atto 3, M6, hingga Sealion 7 telah mengisi pasar domestik. Tidak berhenti di situ, BYD juga bersiap meluncurkan BYD Seagull, yang digadang sebagai mobil listrik termurah mereka untuk menjangkau pasar lebih luas.
Di posisi kedua, Chery berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 10.283 unit. Produsen ini dikenal lewat jajaran model SUV dan EV seperti Chery Omoda 5, Omoda E5 EV, Tiggo 7, Tiggo 8, hingga Chery J6. Keberhasilan Chery menunjukkan strategi diversifikasi model mereka cukup berhasil menarik segmen pasar berbeda.
Sementara itu, Wuling mencatat penjualan 8.258 unit dan tetap konsisten berada di tiga besar. Merek yang telah lebih dahulu membangun pabrik di Indonesia ini terus berupaya memperkuat penetrasi lewat model-model seperti Air EV dan seri Confero serta Almaz. Dukungan dari strategi lokalisasi produksi dan harga kompetitif membuat Wuling tetap menjadi pemain utama di segmen mobil China.
Berikut daftar lengkap 10 merek mobil China terlaris di Indonesia pada Januari–Juni 2025:
-
BYD – 14.092 unit
-
Chery – 10.283 unit
-
Wuling – 8.258 unit
-
Denza – 5.733 unit
-
Aion – 2.705 unit
-
Geely – 1.259 unit
-
DFSK – 410 unit
-
Neta – 394 unit
-
Jetour – 274 unit
-
BAIC – 254 unit
Secara keseluruhan, penjualan mobil secara wholesales nasional selama semester I/2025 mengalami penurunan 8,6% secara tahunan (yoy) menjadi 374.740 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dari sisi penjualan ritel, terjadi penyusutan 9,7% yoy menjadi 390.467 unit.
Adapun untuk bulan Juni saja, penjualan wholesales tercatat 57.760 unit atau turun 22,6% dibandingkan Juni 2024. Penjualan ritel pun tak jauh berbeda, mengalami penurunan 12,3% menjadi 61.647 unit. Meski begitu, merek-merek China tetap menunjukkan tren positif di tengah perlambatan industri otomotif nasional.
Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik menjadi faktor kunci dalam peta persaingan ini, di mana merek seperti BYD dan Chery terus menambah portofolio EV mereka. Selain itu, kebijakan insentif pemerintah serta subsidi terhadap mobil listrik turut mendorong konsumen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Melihat tren saat ini, tidak menutup kemungkinan dominasi merek China akan semakin kuat di paruh kedua 2025. Terutama jika model-model baru yang diluncurkan mampu menjawab kebutuhan pasar dalam hal harga, teknologi, dan efisiensi energi.





