Penjualan Mobil Anjlok, Tapi 10 Merek Ini Tetap Dipilih Rakyat

Industri otomotif nasional mencatat kinerja yang melemah pada semester pertama 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales mengalami penurunan sebesar 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total distribusi dari pabrik ke dealer tercatat sebanyak 374.740 unit dari Januari hingga Juni 2025, turun dari 410.020 unit pada semester I/2024.

Sementara itu, penjualan ritel atau dari dealer ke konsumen juga ikut merosot 9,7 persen menjadi 390.467 unit. Angka ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat maupun aktivitas pasar otomotif sedang mengalami tekanan.

Meski begitu, kompetisi antar merek mobil tetap berlangsung ketat. Grup Astra masih mendominasi pasar otomotif Indonesia melalui dua merek andalannya, yakni Toyota dan Daihatsu. Toyota mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan penjualan sebanyak 123.846 unit, sementara Daihatsu mengikuti di posisi kedua dengan 64.405 unit.

Di posisi ketiga, Honda mencatat penjualan 32.681 unit, disusul Mitsubishi Motors sebanyak 31.081 unit, dan Suzuki yang mengirimkan 27.180 unit ke dealer selama semester pertama 2025.

BYD, pabrikan mobil listrik asal China, mulai menunjukkan tajinya dengan membukukan angka penjualan signifikan yakni 14.092 unit. Angka ini mengindikasikan tren kendaraan elektrifikasi semakin diminati konsumen di tengah dorongan pemerintah terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Berikut adalah daftar lengkap 10 merek mobil terlaris di Indonesia pada semester I/2025 berdasarkan data wholesales:

  1. Toyota: 123.846 unit

  2. Daihatsu: 64.405 unit

  3. Honda: 32.681 unit

  4. Mitsubishi Motors: 31.081 unit

  5. Suzuki: 27.180 unit

  6. BYD: 14.092 unit

  7. Mitsubishi Fuso: 11.442 unit

  8. Isuzu: 11.275 unit

  9. Hyundai (HMID): 11.188 unit

  10. Chery: 10.283 unit

Dari daftar tersebut terlihat bahwa merek-merek asal Jepang masih mendominasi, namun pabrikan asal Tiongkok mulai mencuri perhatian pasar. Hal ini juga terlihat dari kehadiran Chery di posisi ke-10 dengan penjualan lebih dari 10 ribu unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyatakan bahwa kinerja pasar otomotif pada semester pertama memang belum menggembirakan, namun masih ada peluang pemulihan. Ia menaruh harapan besar pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang akan digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD City.

“Juli nanti akan ada GIIAS 2025, mudah-mudahan bisa menjadi stimulus untuk meningkatkan angka-angka penjualan,” ujar Jongkie kepada Bisnis.

Data bulanan juga menunjukkan tren penurunan. Penjualan wholesales pada Juni 2025 tercatat sebesar 57.760 unit, turun 22,6 persen dibandingkan Juni 2024. Penjualan ritel pada bulan yang sama juga menurun 12,3 persen secara tahunan.

Dengan adanya GIIAS sebagai momentum pendorong, para agen pemegang merek berharap dapat meningkatkan animo pasar di semester kedua. Selain itu, tren kendaraan listrik yang semakin mendapat tempat di masyarakat juga diharapkan menjadi segmen baru yang mendorong pertumbuhan industri otomotif di tengah tantangan ekonomi yang ada.

Terkait