BYD Resmikan Pabrik EV Raksasa di Malaysia, Salah Satu yang Terbesar di Asia Tenggara

BYD Company Limited, produsen kendaraan listrik terkemuka asal Tiongkok, resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) besar pertama mereka di Malaysia. Fasilitas ini dibangun di kawasan industri KLK TechPark, Tanjong Malim, Perak, dan digadang-gadang menjadi salah satu pabrik EV terbesar di Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperluas produksi dan memperkuat posisi di pasar regional yang tengah berkembang pesat.

Proyek pendirian pabrik BYD ini berhasil direalisasikan dalam waktu singkat, hanya sekitar tiga bulan, berkat skema percepatan pembangunan Muallim Speed-Lane (M-SL) yang diluncurkan pada 2023. Skema ini menargetkan pengembangan distrik Muallim sebagai pusat industri otomotif global. Dengan demikian, pabrik BYD tidak hanya menjadi aset produksi, melainkan juga simbol pertumbuhan industri kendaraan listrik di Malaysia.

KLK Land Sdn Bhd, anak usaha dari Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK) sekaligus pengelola KLK TechPark, menyatakan bahwa hadirnya BYD di kawasan ini akan membawa dampak signifikan. Selain membuka lapangan pekerjaan baru, pabrik ini juga akan menjadi pusat alih teknologi serta meningkatkan keahlian manufaktur kendaraan listrik di lokal. Pernyataan tersebut dikutip dari TheStar, Senin, 26 Agustus 2025.

Lebih lanjut, KLK Land menilai investasi ini akan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok global kendaraan listrik yang tengah berkembang. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai pemain utama dalam industri otomotif regional yang terus menguat kompetisinya.

KLK TechPark sendiri merupakan kawasan industri strategis seluas 1.500 hektare yang dirancang khusus untuk pengembangan manufaktur bernilai tinggi. Pada tahap awal, BYD akan menempati sebagian besar lahan seluas 150 hektare. Rencana selanjutnya mencakup pengembangan vendor dan perusahaan pendukung lain yang akan membangun ekosistem otomotif yang lebih lengkap dan terintegrasi di sana.

Ketua Eksekutif KLK, Tan Sri Lee Oi Hian, menyampaikan bahwa pengembangan KLK TechPark adalah proyek jangka panjang yang dikerjakan dengan dukungan erat Pemerintah Negara Bagian Perak. “KLK berakar di Perak, tempat kami membangun fondasi perusahaan. Kami berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Lee juga menambahkan bahwa KLK siap mendukung upaya industrialisasi bernilai tambah tinggi yang dilakukan Pemerintah Negara Bagian Perak. Kehadiran BYD di wilayah ini tidak hanya memperkuat sektor otomotif, tetapi juga diharapkan bisa memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan sosial-ekonomi lokal.

Dengan berdirinya pabrik ini, Malaysia menunjukkan ambisinya untuk lebih dari sekadar menjadi pasar kendaraan listrik. Negara ini berupaya menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik global yang penting dan kompetitif. Sedangkan bagi BYD, fasilitas di Perak menjadi basis strategis untuk memperluas penetrasi produk di pasar Asia Tenggara yang terus meningkat permintaan mobil ramah lingkungan.

Investasi BYD juga sejalan dengan tren global menuju mobilitas berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon. Dengan kapasitas produksi yang besar, pabrik ini diperkirakan akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus memberikan dorongan kuat untuk pengembangan teknologi EV dan rantai pasok yang mendukung ekosistem hijau.

Peresmian pabrik BYD di Malaysia ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor investasi dan perkembangan teknologi di Asia Tenggara, yang semakin diakui sebagai kawasan dengan potensi pertumbuhan industri yang besar dan berkelanjutan.

Terkait