Bukan Soal Kualitas, Ini Alasan Utama Konsumen Ragu Beli Mobil Bekas Merek China

Author: Qoo Media

Pasar mobil bekas di Indonesia kini semakin ramai dengan kehadiran mobil-mobil asal China. Meskipun kualitas produk dari merek China sudah mengalami peningkatan signifikan dan dianggap sebanding dengan merek Eropa, masih banyak konsumen yang ragu untuk membeli mobil bekas dari pabrikan tersebut. Keraguan ini terutama disebabkan oleh faktor harga jual kembali yang sangat fluktuatif dan cenderung menurun drastis dalam waktu singkat.

Menurut Azka, Chief Operating Officer Focus Motor Group, penurunan harga mobil bekas merek China terutama disebabkan oleh depresiasi yang sangat tinggi, khususnya pada mobil listrik. Mobil listrik bekas bahkan bisa mengalami penurunan harga hingga 60-70 persen dalam waktu setahun. Hal ini membuat konsumen merasa kurang percaya diri untuk membeli mobil bekas tersebut, karena mereka khawatir mengalami kerugian nilai investasi yang besar ketika hendak menjual kembali mobil itu.

Penurunan Harga Mobil Bekas China Sebagai Faktor Utama Keraguan

Dalam pernyataannya saat peresmian cabang Focus Motor di Gading Serpong, Tangerang, Azka menjelaskan bahwa penurunan harga mobil bekas asal China terjadi tidak hanya pada kendaraan listrik, tetapi juga pada mobil konvensional bermesin pembakaran dalam (ICE). Contohnya adalah model facelift Chery yang justru mengalami penurunan harga daripada kenaikan setelah diluncurkan. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian harga sehingga membuat para konsumen enggan mengambil risiko membeli mobil bekas merek tersebut.

Depresiasi yang sangat signifikan ini didorong oleh kebijakan Agen Pemegang Merek (APM) dan strategi pasar yang masih dalam tahap penyesuaian. Mobil listrik bekas seperti Wuling Air ev memberikan gambaran nyata, dimana harga saat pertama kali keluar sekitar Rp 300 juta, kini turun ke kisaran Rp 120-130 juta dalam waktu kurang dari satu tahun akibat keluarnya tipe baru dengan harga lebih murah.

Tantangan Kredit dan Pembiayaan untuk Mobil Listrik Bekas

Selain faktor harga, Azka mengungkap bahwa banyak penjual mobil bekas yang enggan menawarkan mobil listrik bekas karena sulitnya memperoleh persetujuan pembiayaan dari lembaga kredit. Hambatan ini menyebabkan mobil listrik bekas menjadi kurang laku di pasaran.

"Konsumen sering kali tidak mendapatkan persetujuan angsuran ketika membeli mobil listrik bekas," ujar Azka. Hal ini memperparah penurunan minat beli dan memperlambat perputaran kendaraan listrik bekas di pasar.

Kualitas Mobil China yang Meningkat

Berbeda dengan persepsi lama yang menganggap mobil China kurang berkualitas, saat ini kendaraan produksi China sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurut Azka, kualitas mobil China kini sangat kompetitif bahkan jika dibandingkan dengan produk dari Eropa.

“Sebenarnya kualitas mobil China itu sangat bagus, sudah mirip-mirip mobil Eropa,” jelasnya. Ditambah lagi, harga mobil baru dari merek China cukup terjangkau, sehingga mobil bekasnya pun menjadi pilihan yang sangat value for money bagi konsumen yang mencari kendaraan dengan harga ekonomis namun tetap handal.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Pasar Mobil Bekas Merek China

Selain depresiasi harga dan kendala pembiayaan, faktor kepercayaan konsumen terhadap merek baru juga masih menjadi pekerjaan rumah. Keberadaan jaringan servis dan ketersediaan suku cadang menjadi pertimbangan penting bagi pembeli sebelum menentukan pilihan. Merek China yang baru memasuki pasar Indonesia masih perlu membangun reputasi yang kuat agar konsumen merasa nyaman dan yakin dengan investasi mereka.

Data Penurunan Harga Mobil Bekas China dalam Setahun

  1. Mobil listrik bekas: penurunan hingga 70 persen
  2. Mobil konvensional (ICE): penurunan cukup signifikan, meskipun tidak setinggi mobil listrik
  3. Contoh Wuling Air ev: harga baru Rp 300 jutaan turun menjadi Rp 120-130 juta dalam waktu kurang dari satu tahun

Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa meskipun harga mobil bekas China sangat terjangkau dan kualitasnya sudah semakin baik, fluktuasi harga dan hambatan pembiayaan menjadi faktor utama yang membuat konsumen masih berhati-hati. Penguatan jaringan penjualan dan layanan purna jual dari Agen Pemegang Merek diyakini dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap mobil bekas buatan China di Indonesia.

Terbaru