PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL) mengambil langkah tegas menuju green logistics dengan rencana pengadaan 500 unit truk listrik dari JAC Motors. Proses ini diproyeksikan berlangsung bertahap hingga tahun 2030 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung inovasi teknologi yang berkelanjutan serta memperkuat rantai pasok, khususnya di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Pada tahap awal, sekitar 20 unit truk listrik dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir 2025.
Presiden Direktur PT JBL, James Budiarto Tjandrakesuma, menyatakan bahwa transformasi menuju armada listrik merupakan strategi bisnis yang sejalan dengan tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, langkah ini juga menjawab tantangan keterbatasan bahan bakar diesel di wilayah luar Jawa yang sering menghambat kelancaran distribusi barang. “Peralihan ke armada listrik tidak hanya memberi kontribusi pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan ketahanan logistik,” ujarnya.
Uji Coba Truk Listrik Sebagai Langkah Awal
Menjelang pengadaan masif, JBL telah melakukan uji coba truk listrik sejak tahun 2024. Tujuan utama uji coba ini adalah untuk memastikan performa kendaraan listrik di berbagai kondisi jalan di Indonesia serta kemampuan operasionalnya dalam distribusi barang secara nasional. James menegaskan bahwa proses uji coba ini menjadi bukti nyata bahwa green logistics bukan sekadar konsep, melainkan kenyataan yang sedang dibangun secara bertahap.
Pengembangan Ekosistem Pengisian Daya
Sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan, JBL turut mengembangkan ekosistem pendukung berupa pemetaan titik pengisian daya yang strategis di berbagai wilayah, dimulai dari Sulawesi. Kerjasama dengan mitra strategis menjadi kunci keberhasilan program ini. James menjelaskan, “Menjadi pionir green logistics berarti tidak hanya mengoperasikan kendaraan listrik, tetapi juga memastikan infrastruktur pendukung seperti pengisian daya tersedia demi kelancaran operasional armada.”
Dampak Positif bagi Industri FMCG
Keberadaan armada truk listrik memberikan manfaat langsung bagi sektor Fast Moving Consumer Goods yang menjadi salah satu klien utama JBL. Penggunaan kendaraan listrik diharapkan semakin mengoptimalkan distribusi dengan kecepatan dan ketepatan waktu yang lebih baik. Selain itu, efisiensi biaya operasional juga meningkat sembari mengurangi jejak karbon dari proses supply chain.
James menambahkan bahwa rantai pasok yang bersih adalah investasi jangka panjang yang melibatkan banyak pihak. Armada listrik memastikan produk FMCG tidak hanya sampai dalam kondisi baik dan tepat waktu, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan yang relevan bagi konsumen modern dan generasi mendatang.
Target Ambisius 50% Armada Berbasis Listrik pada 2030
Dalam roadmapnya, JBL menargetkan setidaknya 50% armada perusahaan akan menggunakan teknologi listrik pada tahun 2030. Target tersebut menandai posisi JBL sebagai pelopor transformasi logistik yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan global akan keberlanjutan lingkungan.
Rencana transformasi ini sekaligus memperkuat posisi JBL sebagai mitra strategis dalam industri logistik nasional, yang siap berkontribusi pada pencapaian tujuan pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung penggunaan energi bersih. Upaya ini juga diharapkan memberi inspirasi bagi pelaku industri logistik lainnya untuk mengadopsi green logistics sebagai praktik bisnis yang berkelanjutan.







