Etanol Ternyata Merusak Tangki Bensin, Ini Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!

Shopee Flash Sale

Penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) kini semakin marak karena dianggap menawarkan sejumlah keunggulan, seperti emisi gas buang yang lebih bersih dan nilai oktan yang lebih tinggi. Namun, di balik keuntungan tersebut, bensin yang dicampur dengan etanol ternyata memiliki dampak negatif pada tangki bensin kendaraan, terutama pada kendaraan lama yang belum dirancang untuk bahan bakar ini.

Etanol dikenal dapat menyerap kelembapan dari udara, sehingga air dapat terlarut dalam campuran bahan bakar. Kondisi ini berisiko menyebabkan korosi pada bagian logam tangki dan sistem bahan bakar. Jika kadar air dalam tangki berlebih, dapat terjadi fenomena pemisahan fase antara bensin dan air-etanol yang justru membahayakan performa mesin dan menyebabkan kerusakan serius.

Mengapa Etanol Tidak Ramah Terhadap Tangki Bensin?

Kandungan etanol yang higroskopis atau mudah menyerap air menjadi penyebab utama kerusakan tangki bensin. Air yang terlarut di dalam campuran bahan bakar akan mengakibatkan korosi pada bagian logam tangki, terutama jika kendaraan menggunakan tangki logam tua yang terbuat dari besi atau baja. Korosi ini bisa menimbulkan kebocoran dan memperpendek umur komponen tangki.

Selain itu, material lain pada sistem bahan bakar seperti selang karet, plastik, segel, dan gasket juga rentan mengalami kerusakan akibat sifat korosif etanol. Komponen-komponen ini dapat menjadi getas dan mudah retak jika terus menerus terpapar bahan bakar yang mengandung etanol. Dampaknya, sistem bahan bakar bisa tersumbat atau bahkan bocor, sehingga menurunkan performa dan mengancam keselamatan pengendara.

Kendaraan Lama Lebih Rentan

Kendaraan produksi lama yang diproduksi sebelum era penggunaan etanol sebagai campuran bensin biasanya tidak dirancang untuk tahan terhadap efek bahan bakar jenis ini. Oleh karena itu, risiko kerusakan lebih tinggi pada kendaraan jenis ini dibandingkan dengan kendaraan modern. Kendaraan modern biasanya sudah dibuat dengan komponen yang kompatibel terhadap etanol, asalkan proporsi etanol dalam bahan bakar tidak melebihi batas yang dianjurkan.

Risiko Fase Pemisahan Bahan Bakar

Fenomena fase pemisahan terjadi ketika air dalam campuran etanol dan bensin mencapai tingkat tertentu—air dan bahan bakar kemudian memisah ke dalam dua lapisan berbeda. Hal ini sangat berbahaya karena ketika bahan bakar yang masuk ke mesin mengandung lebih banyak air, pembakaran tidak sempurna terjadi yang berpotensi merusak komponen mesin. Fase pemisahan ini juga dapat menyebabkan gangguan pada aliran bahan bakar sehingga mesin bisa mati mendadak.

Langkah Pencegahan Dampak Negatif Etanol

Untuk mencegah masalah yang ditimbulkan oleh etanol pada tangki bensin, pemilik kendaraan lama disarankan melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Rutin memeriksa dan mengganti komponen sistem bahan bakar yang rentan seperti selang karet, segel, dan gasket.
  2. Menghindari penyimpanan bahan bakar campuran etanol dalam waktu lama agar tidak terjadi endapan dan korosi.
  3. Menggunakan aditif bahan bakar yang didesain khusus untuk menetralkan efek korosif etanol dan menjaga kestabilan bahan bakar.
  4. Memastikan kadar etanol dalam bahan bakar tidak melebihi batas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Menurut sejumlah ahli otomotif, pemeliharaan yang rutin dan pemilihan bahan bakar dengan etanol sesuai kebutuhan dapat meminimalkan dampak negatif dan mempertahankan performa kendaraan.

Penggunaan etanol dalam bahan bakar memang menjanjikan berbagai manfaat untuk efisiensi dan lingkungan. Namun, pemahaman terhadap karakteristiknya dan potensi kerusakan yang mungkin terjadi pada tangki bensin sangat penting. Terutama bagi pemilik kendaraan lama, perhatian ekstra pada perawatan sistem bahan bakar dapat menghindarkan dari kerugian akibat kerusakan akibat campuran bahan bakar ini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, penggunaan etanol dapat lebih optimal tanpa mengorbankan ketahanan dan fungsi sistem bahan bakar.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button