
Jetour T1 i-DM diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.200 km dalam kondisi tangki bahan bakar penuh dan baterai terisi. Klaim ini langsung menempatkan SUV hybrid tersebut sebagai model yang menonjol bagi konsumen yang masih menaruh perhatian besar pada jarak tempuh.
Daya jelajah panjang itu menjadi sorotan karena datang di tengah minat terhadap elektrifikasi yang terus tumbuh. Di sisi lain, kekhawatiran soal jarak tempuh, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, dan fleksibilitas penggunaan harian masih menjadi pertimbangan banyak calon pengguna.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, mengatakan kondisi itu membuat konsumen belum sepenuhnya lepas dari kebutuhan kendaraan yang praktis dipakai dalam berbagai situasi. Karena itu, pendekatan hybrid dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan perjalanan jauh tanpa terlalu sering berhenti untuk mengisi BBM atau daya baterai.
Pada Jetour T1 i-DM, formula itu dipadukan dengan karakter SUV yang mengarah ke gaya petualang. Model ini menyasar konsumen yang menginginkan mobil berpenampilan tangguh, namun tetap nyaman dipakai harian di lingkungan perkotaan.
Fokus pada daya jelajah
Klaim jarak tempuh 1.200 km menjadi keunggulan utama yang paling ditekankan pada T1 i-DM. Angka tersebut berlaku ketika tangki bahan bakar terisi penuh dan baterai berada dalam kondisi terisi.
Dengan daya jelajah seperti itu, mobil ini diposisikan untuk penggunaan lintas kota atau perjalanan panjang. Pendekatan tersebut juga memberi nilai tambah bagi pengguna yang belum sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian kendaraan listrik.
Dukungan pada efisiensi juga datang dari teknologi mesin yang diusung. Jetour membekali T1 i-DM dengan mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT.
Mesin hybrid itu menghasilkan tenaga 134,14 dk dengan torsi 220 Nm. Sementara motor listriknya menyumbang tenaga 201,2 dk dan torsi 310 Nm.
Jetour juga menyebut mesin ini memiliki efisiensi thermal hingga 44,5 persen. Capaian itu diklaim menjadikannya sebagai salah satu teknologi mesin hybrid dengan efisiensi tinggi di kelasnya.
Baterai dan pengisian cepat
Selain mengandalkan mesin dan sistem hybrid, T1 i-DM memakai baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Baterai ini sudah mendukung pengisian cepat DC fast charging.
Dalam pengisian dari 30 persen ke 80 persen, waktu yang dibutuhkan diklaim hanya 27 menit. Detail ini penting karena menunjukkan bahwa sistem elektrifikasinya tidak hanya fokus pada efisiensi, tetapi juga pada kemudahan penggunaan.
Penggunaan baterai LFP juga mempertegas bahwa T1 i-DM bukan sekadar SUV bergaya tangguh. Mobil ini dirancang untuk menghadirkan kombinasi antara kemampuan jelajah panjang, efisiensi, dan kemudahan pengisian ulang saat dibutuhkan.
Desain boxy, tetap simpel
Dari sisi desain, Jetour T1 tampil dengan karakter SUV boxy yang tegas dan berotot. Tampilannya sekilas mengingatkan pada Jetour T2, namun tanpa ban serep model tempel di bagian belakang.
Absennya ban serep tempel itu membuat tampilan belakang terlihat lebih sederhana. Meski begitu, kesan gagah tetap dipertahankan lewat garis bodi yang mengotak dan proporsi SUV yang kuat.
Kesan modern juga muncul dari penggunaan lampu bergaya futuristis. Jetour menambah over fender besar untuk memperkuat aura petualang pada model ini.
Kombinasi desain tersebut memperlihatkan bahwa T1 i-DM tidak hanya dijual lewat angka jarak tempuh. Identitas visualnya juga disusun untuk menarik perhatian konsumen yang menginginkan SUV dengan tampilan maskulin tanpa meninggalkan kebutuhan mobilitas harian.
Dalam konteks pasar elektrifikasi, pendekatan seperti ini menjadi penting. Banyak konsumen tertarik pada teknologi hemat energi, tetapi tetap menuntut mobil yang fleksibel, cepat diisi ulang, dan nyaman dipakai tanpa banyak kompromi.
Jetour mencoba menjawab kebutuhan itu melalui paket yang menggabungkan sistem hybrid, baterai 18,4 kWh, kemampuan fast charging, dan desain SUV bergaya petualang. Dengan klaim jarak tempuh hingga 1.200 km, T1 i-DM masuk sebagai opsi yang menonjol bagi konsumen yang ingin beralih ke elektrifikasi tanpa melepaskan rasa aman saat bepergian jauh.
Source: kabaroto.com








