Pemimpin Baru NASA Terpilih, Namun Masa Depan Agensi Tetap Penuh Tantangan

NASA akhirnya memiliki pemimpin baru setelah setahun tanpa arahan jelas dan hilangnya sekitar 4.000 karyawan akibat pemotongan anggaran di era pemerintahan sebelumnya. Senat mengonfirmasi Jared Isaacman, seorang miliarder dan pengusaha sukses yang juga telah melakukan dua misi luar angkasa swasta, sebagai administrator baru NASA.

Isaacman bukan sosok birokrat biasa. Dia pernah menerbangkan pesawat tempur dan terlibat dalam misi Inspiration4 dan Polaris Dawn, termasuk melakukan space walk komersial pertama serta menjelajah lebih jauh dari Bumi dibandingkan manusia manapun sejak program Apollo. Menurut Keith Cowing, pendiri blog NASA Watch, Isaacman memenuhi banyak kriteria yang dibutuhkan dan membawa pengalaman unik sebagai astronot swasta.

Namun, masa depan NASA tetap penuh ketidakpastian. Pada saat pencalonannya, Isaacman menyerahkan dokumen 62 halaman berjudul Project Athena yang mengusulkan restrukturisasi besar dan perubahan pendanaan, termasuk mengusulkan agar NASA mundur dari riset iklim yang didanai publik dan menyerahkannya kepada akademisi.

Project Athena mendapat kritik keras dari mantan staf NASA yang menilai rencana itu “aneh dan sembrono” serta terlalu “menganggap dirinya tahu segalanya” tanpa mempertimbangkan persetujuan Kongres. Isaacman juga mengusulkan evaluasi ketat setiap pusat NASA, termasuk Jet Propulsion Laboratory yang ikonik, untuk meningkatkan hasil penelitian dan efisiensi kerja.

Meski demikian, Isaacman sempat menyatakan dukungannya pada sebagian besar gagasan dalam dokumen tersebut, namun membantah bahwa dirinya anti-sains atau ingin mengalihkan tanggung jawab penelitian. Ia menentang rencana pemotongan anggaran sains NASA hampir separuh dan mengakui hal itu tidak optimal bagi kemajuan agensi.

Salah satu tantangan terbesar Isaacman adalah dinamika politik dan birokrasi internal NASA serta kendali anggaran yang berada di tangan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih. Karena proses anggaran sudah berjalan jauh sebelum pengangkatannya, ruang gerak Isaacman dalam mengubah kebijakan cukup terbatas.

Kantor Manajemen dan Anggaran diketahui menambah persyaratan baru bagi para ilmuwan untuk mengakses dana, sehingga justru memperlambat efektivitas pengeluaran alokasi anggaran yang sudah tersedia. Hal ini menimbulkan kontradiksi dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kinerja, serta menjadi hambatan yang tidak mudah diatasi oleh administrator baru.

Selain itu, tanpa adanya anggaran penuh untuk tahun fiskal berikutnya, masa depan NASA tergantung pada keputusan Kongres yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Administrasi saat ini secara resmi masih berniat mengurangi kapasitas ilmiah NASA hingga sepertiganya, walau ada perlawanan dari parlemen dan dukungan terbatas terhadap beberapa misi penting.

Di antaranya, misi OSIRIS-APEX yang sempat terancam dibatalkan justru mendapat perpanjangan operasional selama satu tahun penuh. Ini menjadi sinyal positif bahwa sebagian pihak legislatif tetap mendukung kelangsungan program-program ilmiah NASA.

Saat ini NASA sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu menjadi advokat kuat bagi agensi di tengah tantangan politik dan birokrasi. Jared Isaacman dianggap figur yang potensial, namun masih harus membuktikan diri dapat mengatasi hambatan dan menjaga masa depan NASA tetap cerah dalam kondisi yang serba tidak pasti.

Exit mobile version