Nvidia resmi menyelesaikan pembelian saham Intel senilai Rp83,45 triliun pada 26 Desember 2025. Transaksi ini awalnya dimaksudkan sebagai bentuk bailout bagi Intel, tetapi kini berubah menjadi peluang finansial yang menguntungkan bagi Nvidia.
Nvidia membeli 214 juta saham Intel dengan harga US$23,28 per saham. Nilai investasi tersebut kini meningkat menjadi US$7,58 miliar, menghasilkan keuntungan di atas kertas sekitar US$2,5 miliar atau setara Rp41 triliun.
Proses Persetujuan dan Pengawasan Regulator
Transaksi ini sempat tertunda karena pengawasan ketat dari Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Regulator melakukan pemeriksaan mendalam terkait potensi pelanggaran undang-undang anti monopoli. Namun, pada 18 Desember, FTC akhirnya memberikan persetujuan resmi untuk transaksi ini.
Persetujuan tersebut mengakhiri ketidakpastian hukum dan memungkinkan proses pembelian saham Intel oleh Nvidia berjalan lancar. Regulasi yang lebih fleksibel dinilai membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat antara kedua perusahaan teknologi tersebut.
Pengembangan Cip Baru dan Teknologi NVLink
Kesepakatan ini membuka kemungkinan pengembangan beberapa generasi cip baru khusus untuk data center dan PC. Nvidia dan Intel berkomitmen mengintegrasikan teknologi NVLink untuk menghubungkan cip mereka.
NVLink memungkinkan bandwidth hingga 1,8 TB/s per GPU. Angka ini sekitar 14 kali lebih cepat dibandingkan PCIe 5.0 x16 yang menjadi standar saat ini. Kecepatan interkoneksi ini diharapkan dapat mempercepat performa komputasi pada platform kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi Intel dan Nvidia dalam Produk Masa Depan
Intel akan memproduksi CPU x86 khusus yang akan dipasangkan dengan teknologi Nvidia dalam solusi infrastructure AI mereka. Selain itu, Intel juga berencana membuat system-on-chips (SoCs) berbasis x86 yang menggabungkan chiplet GPU Nvidia RTX.
Kolaborasi ini ditargetkan untuk pasar PC dengan performa tinggi. Integrasi CPU dan GPU antar kedua raksasa ini diharapkan dapat menghadirkan efisiensi dan performa yang lebih baik dibandingkan produk mandiri saat ini.
Perbandingan dengan Percobaan Akuisisi Nvidia-Arn
Kerja sama Intel-Nvidia ini memiliki kemiripan dengan upaya Nvidia membeli Arm senilai US$40 miliar pada 2021. Namun, akuisisi tersebut gagal karena penolakan regulator anti monopoli yang dipimpin Lina Khan.
Pada saat itu, FTC mengkhawatirkan dominasi Nvidia atas desain cip pesaing jika akuisisi berhasil. Kini, dengan kepemimpinan baru di FTC, regulasi dianggap lebih mendukung kemitraan teknologi seperti yang dijalin Intel dan Nvidia saat ini.
Dukungan Nvidia terhadap Teknologi NVLink
Nvidia tak hanya mengembangkan NVLink dengan Intel, tetapi juga memperluas teknologi interkoneksi ini ke mitra lain seperti Qualcomm dan Fujitsu. Langkah ini menunjukkan strategi Nvidia untuk memperkuat ekosistem teknologi performa tinggi di berbagai sektor industri.
Dengan pembelian saham Intel dan kolaborasi teknis yang intens, Nvidia bergerak untuk memperkuat posisinya di pasar teknologi global. Perkembangan ini dapat memengaruhi lanskap industri cip komputer, terutama untuk aplikasi AI dan komputasi tingkat lanjut.
Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com