12 Kecelakaan Roket dan Pesawat Antariksa yang Mengalami Kerusakan Parah Tahun Ini

2025 menjadi tahun penuh dinamika dalam dunia penerbangan luar angkasa. Meskipun ada sejumlah keberhasilan besar seperti pendaratan bulan swasta pertama dan debut roket berat New Glenn dari Blue Origin, tahun ini juga dibayangi oleh berbagai kegagalan misi yang dramatis. Tercatat setidaknya 12 kecelakaan roket dan kapal antariksa yang mengalami kerusakan atau gagal menjalankan misi, menunjukkan betapa sulitnya perjalanan menjelajah ruang angkasa.

1. Kegagalan Roket India saat Peluncuran Satelit
Roket PSLV-XL milik India yang meluncur dari Satish Dhawan Space Centre membawa satelit radar pengamat Bumi EOS-09. Namun, masalah pada tahap ketiga roket sekitar enam menit setelah peluncuran menyebabkan satelit gagal mencapai orbit.

2. Dua Kegagalan Berturut-turut Firefly Aerospace
Firefly Aerospace mengalami dua kemunduran tahun ini. Pada April, roket Alpha gagal mencapai kecepatan orbit setelah tahap atas mengalami masalah. Kemudian, pada September, tahap pertama penerbangan ke-7 meledak saat uji coba di landasan akibat kesalahan proses integrasi.

3. Roket Zhuque-2 Landspace Gagal Lagi
Startup China, Landspace, mengalami kegagalan pada peluncuran keenam roket Zhuque-2 yang menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair. Perusahaan tidak mengungkapkan muatan yang dibawa saat kegagalan peluncuran dari Jiuquan.

4. Kegagalan Roket Ceres-1 Galactic Energy
Roket berbahan padat Ceres-1 dari Beijing juga mengalami kegagalan pada tahap terakhir penerbangan setelah tiga tahap pertama berhasil. Misi yang membawa dua satelit pengamat Bumi komersial dan satu wahana dari universitas China tersebut akhirnya berakhir gagal.

5. Kecelakaan Roket H3 Jepang Membawa Satelit Navigasi
Roket H3 milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengalami masalah tahap kedua saat meluncurkan satelit Michibiki 5 dan tidak berhasil mencapai orbit. Satelit dinyatakan hilang oleh JAXA.

6. Peluncuran Spektrum Pertama dari Eropa Berakhir Gagal
Pada peluncuran pertama, roket Spectrum milik perusahaan Jerman Isar Aerospace dari Andøya Spaceport, Norwegia, mengalami kerusakan hanya 18 detik setelah lepas landas, membuat peluncuran tak berhasil mencapai orbit.

7. Roket Orbital Pertama Australia Gagal
Debut roket Eris dari Gilmour Space mengalami kegagalan usai lepas landas. Roket meluncur hanya 14 detik sebelum meluncur samping dan kembali ke permukaan tanpa berhasil mencapai orbit.

8. Hanbit-Nano, Roket Privat Pertama Korea Selatan, Gagal
Startup Innospace meluncurkan roket Hanbit-Nano secara pertama kali, tetapi gagal setelah sekitar satu menit penerbangan dan akhirnya terjatuh kembali ke Bumi.

9. Empat Gagal Mendarat untuk Booster Roket Orbital
Tahun ini terdapat empat booster tahap pertama yang gagal mendarat secara sempurna dari roket besar, termasuk New Glenn, Falcon 9, Zhuque-3, dan Long March 12A. Namun, semua roket tersebut tetap mencapai orbit tujuan dengan sukses, sementara pendaratan booster hanya menjadi misi sekunder.

10. Lander Athena Mendarat Lunar tapi Terbalik
Lander Athena milik Intuitive Machines berhasil mendarat di Bulan, namun terbalik sehingga beberapa instrumen gagal beroperasi dan perangkat tidak dapat mengisi daya baterai, sehingga misi dihentikan sehari kemudian.

11. Isape Lander Jepang Jatuh Keras di Bulan
Lander Resilience buatan Jepang jatuh keras saat mencoba mendarat di Mare Frigoris, Bulan. Ini merupakan kegagalan kedua berturut-turut perusahaan tersebut dalam mengoperasikan misi lunar pendaratan.

12. Starship SpaceX Alami Beberapa Kegagalan Tes
Roket terbesar dan terkuat, Starship, meluncur lima kali tahun ini. Peluncuran pertama hingga ketiga gagal total dengan berbagai anomali, termasuk ledakan tahap atas dan kecelakaan saat proses uji. Namun, peluncuran kesepuluh dan kesebelas berhasil, menandai kemajuan menjelang versi Starship 3 yang diperuntukkan untuk misi Mars.

Kegagalan-kegagalan ini tidak mengurangi semangat industri antariksa yang terus berkembang. Banyak perusahaan dan badan antariksa yang belajar dari kerusakan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan teknologi mereka. Kegagalan menjadi bagian dari proses menuju pencapaian revolusioner di masa depan, seperti yang terus diperlihatkan oleh kemajuan berkelanjutan dalam program Starship SpaceX dan persiapan dari berbagai misi mendatang.

Exit mobile version