Perkembangan robot humanoid pada 2026 diperkirakan belum akan mencapai tahap siap pakai untuk penggunaan rumah tangga. Kemampuan robot untuk melakukan tugas-tugas kompleks sehari-hari masih sangat terbatas dibandingkan ekspektasi masyarakat.
Kasus Tesla Optimus yang tampak seperti dikendalikan jarak jauh menegaskan bahwa banyak robot humanoid saat ini masih bergantung pada teleoperasi. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan robotik humanoid masih perlu waktu untuk mencapai otonomi yang diharapkan.
Robot Humanoid Masuki ‘Uncanny Valley’
Para ahli memperingatkan bahwa harapan berlebihan pada robot humanoid mulai menurun sejak tahun lalu. Menurut Brian Heater, Managing Editor di Association for Advancing Automation (A3), fokus industri mulai bergeser ke aspek pragmatis terkait efikasi dan timeline pengembangan.
Meskipun banyak perusahaan tetap optimis dengan desain humanoid, sulitnya mengajari robot berjalan dan berinteraksi dengan lingkungan membuat perusahaan lain memilih kombinasi roda dengan lengan humanoid demi kepraktisan.
Teleoperasi Jadi Pilihan Utama
Prediksi 2026 mengarah pada dominasi robot yang dikendalikan dari jarak jauh, terutama untuk penggunaan di rumah. Contohnya, beberapa model Neo Beta dan Tesla Optimus masih berat bergantung pada kontrol langsung oleh manusia untuk menjalankan fungsi dasar.
Masalah utama yang menghambat kemajuan adalah kurangnya data yang memadai untuk melatih keterampilan manipulasi fisik. Ken Goldberg dari UC Berkeley bahkan menyebut ini sebagai "100,000 year data gap", memperbandingkan kelangkaan data fisik dengan data digital untuk AI bahasa besar.
Mitos dan Realitas Kecanggihan Robot
Video-video menampilkan robot yang berlari, menari, hingga melakukan aksi karate menciptakan ekspektasi tidak realistis. Heater menggarisbawahi fenomena Moravec’s Paradox yang menjelaskan bahwa tugas sederhana bagi manusia sering kali sulit bagi robot.
Karena itu, kemampuan robot humanoid dalam video belum mencerminkan keahlian nyata untuk tugas-tugas sehari-hari, seperti mengikat dasi. Tahun 2026 kemungkinan besar tidak akan melihat adopsi massal robot humanoid konsumen yang praktis dan efisien.
Pemain Kunci dalam Robotika
Boston Dynamics tetap menjadi pionir dengan robot seperti Atlas dan Spot yang lebih transparan dalam pengembangan. Meski robot atletik mereka mengesankan, penjualan ke konsumen masih terbatas untuk penelitian.
Inovasi juga datang dari perusahaan seperti Unitree yang bersaing di pasar robot dengan aplikasi industri dan publik. Perkembangan standar keselamatan memungkinkan robot beroperasi bersama manusia tanpa pembatas fisik, membuka peluang kolaborasi baru di lingkungan kerja.
Robot Mini dan Robot AI di Tahun 2026
Selain humanoid, robot jenis mini dan tugas khusus akan mendapatkan peningkatan signifikan, terutama dengan dukungan AI untuk pelatihan dan adaptasi mandiri. Pesatnya kemajuan AI visualisasi membantu robot belajar dari pengalaman dan menjalankan tugas dengan lebih efisien.
Robot-robot ini lebih praktis dan ekonomis dibandingkan robot humanoid. Mereka akan dipakai untuk pekerjaan rumah, hiburan, serta pekerjaan di berbagai sektor industri.
Rangkaian inovasi ini menandai dekade penting bagi bidang robotika, meski hasilnya belum sehebat yang dibayangkan publik. Tesla Optimus mungkin bukan robot pembawa revolusi saat ini, namun tetap menjadi inspirasi bagi pengembangan masa depan.
