Alasan Ilmiah Kucing dan Anjing Sering Mengunyah Rumput, Apa Manfaatnya untuk Mereka?

Perilaku kucing dan anjing yang tiba-tiba mengunyah rumput sering kali menimbulkan rasa penasaran. Meskipun keduanya dikenal sebagai karnivora yang mengonsumsi daging, banyak pemilik hewan peliharaan melihat mereka menikmati daun hijau dengan antusias. Fenomena ini rupanya tidak jarang dan telah menjadi bahan penelitian para ahli selama bertahun-tahun.

Dalam konteks nutrisi hewan peliharaan modern, perhatian tidak hanya terfokus pada kualitas makanan, melainkan juga pada aspek etika dan keamanan. Hal ini membuat perilaku makan rumput kerap dianggap aneh atau menjadi tanda kekhawatiran mengenai kesehatan dan kecukupan nutrisi hewan.

Kebiasaan Makan Rumput pada Kucing

Sebuah studi tahun 2019 yang melibatkan lebih dari 1.000 pemilik kucing menunjukkan bahwa sekitar 71 persen kucing pernah makan tanaman minimal enam kali dalam hidupnya. Hanya 11 persen kucing yang tidak pernah terlihat menyentuh tumbuhan hijau sama sekali.

Banyak anggapan bahwa kucing makan rumput untuk memicu muntah ketika mereka merasa tidak sehat. Namun penelitian membuktikan sebaliknya, karena 91 persen pemilik melaporkan kucing mereka tidak sakit sebelum makan rumput. Muntah yang terjadi lebih merupakan efek samping dan bukan tujuan utama dari kebiasaan tersebut.

Ilmuwan memperkirakan bahwa kebiasaan ini adalah jejak evolusi dari nenek moyang kucing liar. Di alam bebas, parasit usus merupakan ancaman serius yang dapat dicegah dengan mengonsumsi tanaman tertentu. Rumput dipercaya dapat merangsang aktivitas otot saluran pencernaan sehingga membantu mengeluarkan parasit. Walaupun kucing peliharaan jarang terkena parasit seperti leluhurnya, naluri tersebut tetap ada secara alami.

Makan Rumput pada Anjing: Mirip dengan Kucing

Studi lain pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa 79 persen anjing gemar mengunyah rumput dan tanaman lain. Survei lanjutan yang memperluas responden hingga lebih dari 3.000 pemilik hewan menunjukkan bahwa sekitar 68 persen anjing makan tanaman setiap hari atau setiap minggu. Di antara anjing yang makan rumput, rumput menjadi pilihan favorit 79 persennya.

Hanya sekitar 9 persen anjing melakukannya saat merasa sakit, sedangkan muntah terjadi pada 22 persen kasus. Tidak ada hubungan kuat antara kebiasaan ini dengan jenis kelamin, ras, status reproduksi, atau pola makan. Adapun faktor usia berpengaruh, di mana anjing muda cenderung makan rumput dan tanaman lain lebih sering dibanding anjing yang lebih tua.

Manfaat dan Asal Usul Perilaku Makan Rumput

Kebiasaan makan rumput ini juga terlihat pada hewan liar seperti serigala. Hal ini menunjukkan kemungkinan manfaat biologis yang masih perlu dipelajari lebih lanjut. Diduga rumput membantu meningkatkan pergerakan saluran cerna atau mengusir parasit usus.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa kucing dan anjing bisa saja menyukai rasa, aroma, atau tekstur rumput. Sama seperti manusia yang memilih camilan berdasarkan preferensi rasa, hewan peliharaan mungkin makan rumput sekadar karena mereka senang melakukannya.

Tips untuk Pemilik Hewan Peliharaan

Kucing dan anjing tidak memerlukan rumput sebagai bagian penting dari diet mereka. Meski demikian, konsumsi rumput dalam jumlah terbatas tidak berbahaya selama tidak terkontaminasi pestisida atau bahan kimia berbahaya.

Pemilik perlu memastikan hewan tidak mengakses rumput yang disemprot bahan kimia. Membiarkan mereka menikmati “camilan hijau” sesekali justru bisa memberikan pengalaman positif tanpa risiko kesehatan.

Dengan demikian, makan rumput pada kucing dan anjing adalah perilaku alami yang masih tersimpan sebagai naluri dari leluhur mereka dan juga bisa jadi merupakan bentuk adaptasi serta preferensi pribadi. Meski tujuan pasti belum sepenuhnya dipahami, kebiasaan ini bukanlah tanda masalah kesehatan serius selama dilakukan dalam batas wajar.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version