Sebuah startup berhasil menciptakan terobosan teknologi yang berpotensi mengubah cara pembangunan jalan raya dan rumah. Inovasi ini memanfaatkan limbah pembangkit listrik tenaga batu bara untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan beton secara signifikan.
PHNX Materials, startup yang bergerak di bidang bahan bangunan ramah lingkungan, baru saja menerima pendanaan sebesar 2,5 juta dolar AS untuk mengembangkan proses pemurnian abu terbang (fly ash) dari pembangkit batu bara. Abu terbang ini digunakan untuk menggantikan hingga 30% semen dalam campuran beton. Dengan inovasi ini, diharapkan emisi karbon dari produksi semen bisa berkurang secara drastis.
Beton dan Polusi Karbon
Produksi semen dalam beton tradisional menyumbang emisi karbon yang sangat besar. Menurut Environmental Protection Agency, setiap ton semen yang diproduksi menghasilkan 0,8 ton karbon dioksida. Hal ini berasal dari bahan bakar fosil untuk proses pemanasan dan reaksi kimia yang terjadi saat pembuatan semen. Oleh karena itu, pengurangan penggunaan semen dalam beton sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan.
PHNX Materials memanfaatkan abu terbang yang sebelumnya hanya dianggap limbah berbahaya di pembangkit listrik batu bara. Abu ini memiliki sifat stabilisasi yang bagus untuk beton dan dapat meningkatkan masa pakai konstruksi. Jorge Osio-Norgaard, CTO PHNX, menyatakan bahwa "ketika Anda menghabiskan miliaran dolar untuk jalan raya atau jembatan, Anda ingin agar konstruksi tersebut tahan selama 100 tahun."
Tantangan Pasokan Abu Terbang
Dengan berkurangnya jumlah pembangkit batu bara akibat pergeseran ke energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya, pasokan abu terbang juga menyusut. Saat ini, kandungan abu dalam campuran beton turun menjadi sekitar 8%, jauh dari standar ideal. Hal ini menyebabkan peningkatan penggunaan semen dan dampak negatif pada lingkungan dan kekuatan struktural beton itu sendiri.
PHNX menghadapi tantangan ini dengan proses pemurnian khusus. Mereka menghilangkan kandungan sulfur dan karbon yang tidak diinginkan dari abu terbang tersebut agar memenuhi standar kualitas beton. Proses ini memungkinkan optimalisasi pemanfaatan abu dari kolam abu terbang yang ada, sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi. Selain abu bersih, PHNX juga menjual sulfur dan senyawa lain yang dipisahkan untuk pasar lain.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi
Pendiri dan CEO PHNX, Krish Mehta, menekankan bahwa membuka pasokan abu terbang baru adalah cara tercepat dan paling skalabel untuk mendekarbonisasi industri beton. Dengan metode ini, PHNX menawarkan solusi biaya lebih rendah sekaligus ramah lingkungan. Inovasi ini bisa mengubah industri konstruksi dan pemeliharaan jalan menjadi lebih berkelanjutan.
Penggunaan abu terbang yang diproses juga bisa menciptakan beton yang lebih tahan lama dan rendah risiko retak. Hal ini sangat penting untuk infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang membutuhkan usia pakai panjang. Dengan kualitas beton yang meningkat, biaya perawatan dapat ditekan sehingga investasi infrastruktur menjadi lebih efisien dalam jangka panjang.
Implikasi untuk Masa Depan Konstruksi
Inovasi PHNX membuka peluang besar bagi pembangunan berkelanjutan. Jika teknologi ini diadopsi secara luas, maka bahan bangunan utama seperti beton bisa menjadi lebih hijau tanpa mengorbankan kekuatan dan umur penggunaan. Transformasi ini mendukung target global pengurangan emisi karbon sambil meningkatkan kualitas infrastruktur publik dan perumahan.
Ada peluang pula untuk mengembangkan teknologi beton yang dapat “memperbaiki diri” berkat sifat abu terbang yang stabil dan tahan retak. Konstruksi masa depan bisa lebih adaptif dan ekonomis dengan pendekatan bahan bangunan cerdas tersebut, menjawab kebutuhan dunia yang makin menuntut efisiensi dan keberlanjutan.
Inovasi ini membuktikan bahwa limbah dari sektor energi konvensional dapat dikonversi menjadi aset penting dalam menanggulangi perubahan iklim dan memperpanjang masa pakai infrastruktur. PHNX Materials berpotensi menjadi pionir perubahan besar dalam industri konstruksi global untuk masa depan yang lebih hijau dan tahan lama.
