SpaceX menjadi sorotan dunia setelah mencatatkan rekor peluncuran roket terbanyak sepanjang sejarah pada tahun 2025. Banyak pembaca ingin tahu berapa jumlah pasti misi yang dilakukan SpaceX dalam setahun tersebut dan bagaimana angkanya dibandingkan negara maupun lembaga antariksa lain.
Sepanjang 2025, SpaceX menuntaskan 165 peluncuran roket orbital, merupakan jumlah tertinggi yang pernah dicapai perusahaan ataupun lembaga manapun. Jika ditambah dengan lima peluncuran non-orbital, maka total yang dicapai SpaceX sebanyak 170 peluncuran. Angka ini menggambarkan SpaceX meluncurkan roket hampir setiap dua hari sekali, berkontribusi besar pada percepatan eksplorasi dan bisnis luar angkasa.
Rekor Baru dalam Industri Luar Angkasa
Peluncuran SpaceX pada 2025 menguasai 52% dari total peluncuran roket orbital global yang mencapai 315 misi. Fakta ini menunjukkan bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut mampu melampaui gabungan total peluncuran sejumlah negara dan korporasi di dunia. Pada 2024, SpaceX telah mengejutkan dunia dengan 134 peluncuran, dan tren peningkatan tahun berikutnya menandakan konsistensi eksekusi misi dalam skala industri.
Untuk memberi gambaran, berikut perkembangan jumlah peluncuran SpaceX dalam lima tahun terakhir:
- 2020: 25 peluncuran
- 2021: 31 peluncuran
- 2022: 61 peluncuran
- 2023: 96 peluncuran
- 2024: 134 peluncuran
Penambahan signifikan terjadi pada 2025, dengan 165 peluncuran berhasil. Kenaikan ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menyediakan akses reguler dan terjangkau ke orbit Bumi maupun destinasi lainnya.
Perbandingan Global dalam Statistik
Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan negara lain, keunggulan SpaceX sangat mencolok. China melalui badan antariksa nasionalnya berada di urutan kedua, hanya mencatat 90 peluncuran roket. Sementara Rusia dengan Roscosmos membukukan 17 peluncuran, diikuti Prancis tujuh kali, India empat, dan Jepang tiga kali dalam tahun yang sama.
Dari sisi Amerika Serikat, selain SpaceX, terdapat Rocket Lab dengan 18 peluncuran, ULA sebanyak enam, Blue Origin dua peluncuran, dan Northrop Grumman satu peluncuran. Total peluncuran orbital oleh perusahaan berbasis di Amerika Serikat mencapai 192 atau sekitar 61% dari seluruh peluncuran orbital dunia pada 2025.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Peluncuran SpaceX
Keberhasilan SpaceX dalam memperbanyak peluncuran roket didukung oleh kontrak strategis bernilai besar. Baru-baru ini, SpaceX menandatangani perjanjian dengan Pentagon senilai $714 juta untuk peluncuran satelit militer berteknologi komunikasi terenkripsi. Selain itu, permintaan tinggi untuk pengiriman satelit internet Starlink dan kargo ke berbagai orbit turut membuat jadwal peluncuran semakin padat.
Terlebih lagi, biaya peluncuran yang kompetitif membuat banyak operator satelit, pemerintahan, hingga lembaga riset global memilih SpaceX sebagai mitra utama. Konsistensi ini membuktikan efisiensi operasional sekaligus komitmen perusahaan dalam mendorong akses luar angkasa skala industri.
Tren dan Dampak ke Depan
Dengan angka peluncuran mendominasi dunia, SpaceX telah mengubah persepsi publik tentang eksplorasi luar angkasa dari yang langka menjadi rutinitas mingguan. FAA bahkan mulai mempertimbangkan regulasi dan biaya izin peluncuran untuk mengantisipasi pertumbuhan pesat sektor ini mulai 2026.
Konsistensi pertumbuhan di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kemungkinan besar laju peluncuran roket akan terus meningkat. Sejumlah proyek besar dan kontrak strategis sudah menanti, menjadi sinyal bahwa rekor baru mungkin akan tercipta dalam waktu dekat.
Pada akhirnya, angka 165 peluncuran orbital SpaceX di 2025 bukan hanya pencapaian teknis, tapi juga menandai babak baru era industri luar angkasa yang lebih inklusif, terjangkau, dan terbuka untuk berbagai pihak dari seluruh dunia.
