China tengah mempersiapkan langkah besar berikutnya dalam eksplorasi luar angkasa dengan misi Chang’e 7 yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini. Fokus utama dari misi ini adalah melakukan pencarian air di kutub selatan Bulan, sekaligus menjadi momentum penting menuju rencana pembangunan stasiun riset permanen internasional di wilayah tersebut.
Chang’e 7 mengusung seperangkat instrumen ilmiah canggih yang terdiri dari orbiter, pendarat, rover, hingga wahana hopper untuk menjangkau area gelap dan ekstrem di kutub selatan. Destinasi pendaratan utama yang dipilih adalah wilayah sekitar Kawah Shackleton, kawasan yang diyakini memiliki deposit es air yang substansial. Menurut Norbert Schörghofer, ilmuwan senior dari Planetary Science Institute, “Chang’e 7 dirancang untuk menemukan es air Bulan dan melakukan pengukuran in-situ pertama mengenai keberadaan es air di permukaan Bulan.”
Kerja Sama Internasional dan Perangkat Muatan Asing
Misi ini tidak berjalan sendiri, karena China mengajak sejumlah negara melalui program International Lunar Research Station (ILRS). Beberapa negara berkontribusi dengan perangkat muatan unik, misalnya Rusia yang mengirim instrumen Dust Monitoring of the Moon untuk mempelajari debu, plasma, serta partikel mikrometeorit di lingkungan Bulan. Selain itu, perangkat dari Mesir, Bahrain, Italia, Swiss, dan Thailand juga turut serta, memperlihatkan semangat kolaborasi ilmiah global.
Teleskop Galaksi dan Navigasi Inovatif
Satu muatan penting lainnya pada misi ini adalah teleskop wide-field hasil kerja sama Laboratorium Riset Antariksa Universitas Hong Kong dan International Lunar Observatory Association. Teleskop ini akan ditempatkan dekat bibir Kawah Shackleton dan berfungsi memotret lanskap galaksi serta berkontribusi pada pengembangan ilmu astronomi dari permukaan Bulan.
Untuk memastikan pendaratan yang presisi dan aman, Chang’e 7 juga membawa sistem navigasi landmark image canggih milik China. Penggunaan sistem ini akan mendukung langkah awal fondasi eksplorasi lanjutan di area yang medannya ekstrim dan penuh tantangan.
Eksplorasi Es Air di Kutub Selatan Bulan
Penelitian mengenai keberadaan dan distribusi es di kutub selatan Bulan menjadi prioritas utama. Chang’e 7 akan menjalankan sejumlah langkah berikut:
- Melakukan penginderaan jauh menggunakan orbiter dan radar sintetis.
- Melakukan investigasi langsung pada permukaan menggunakan pendarat dan rover.
- Mengoperasikan wahana hopper mini yang mampu bermanuver di wilayah gelap permanen untuk mengambil sampel dan mengukur kandungan air menggunakan instrumen andalan, yaitu Lunar soil Water molecule Analyzer (LUWA).
- Memanfaatkan spectrometer, analyzer mineral, dan sistem pengukuran volatil untuk mendapatkan data secara terperinci.
Wahana hopper dan LUWA diharapkan mampu memetakan asal-usul serta stabilitas es air, terutama di lantai Kawah Shackleton yang selalu dalam bayangan dan diprediksi lab Eksperimen simulasi regolithnya sangat mendukung kelestarian es air.
Peran Strategis Menuju Basis Bulan Berawak
Misi Chang’e 7 juga membawa misi strategis jangka panjang, yakni membuka jalan bagi pembangunan basis riset internasional dan misi Bulan berawak dalam dekade mendatang. China menargetkan dapat membangun stasiun riset yang mampu menopang eksplorasi tanpa awak dalam jangka panjang, dan mendukung kunjungan manusia untuk periode singkat.
Berdasarkan rencana, misi lanjutan Chang’e 8 akan mulai menguji teknologi pembangunan habitat menggunakan material Bulan dan menjadi bagian penting tahap keempat eksplorasi Bulan China. Inisiatif pembangunan ILRS diharapkan melibatkan banyak negara untuk memperkuat kolaborasi penelitian antariksa.
Tabel Perangkat Ilmiah Chang’e 7 untuk Eksplorasi Es Air
| Perangkat | Fungsi |
|---|---|
| Lunar neutron gamma spectrometer | Deteksi kandungan air di bawah permukaan |
| Miniature synthetic aperture radar | Pemetaan struktur bawah permukaan dan es |
| Wide-band infrared spectrum mineral analyzer | Identifikasi mineral dan es permukaan |
| Raman spectrometer (rover) | Analisis komposisi kimia es dan mineral |
| Volatiles measuring system (rover) | Pengukuran senyawa volatil di permukaan |
| Lunar soil Water molecule Analyzer (hopper) | Penentuan kuantitas, bentuk, dan asal es di PSR (Permanently Shadowed Regions) |
Upaya ini menempatkan China selangkah lebih maju dalam studi volatil Bulan, khususnya air, dibandingkan negara lain. Schörghofer menyebutkan bahwa, “China akan berada setidaknya satu tahun di depan, bahkan kemungkinan lebih lama dibandingkan para pesaing.” ILRS dianggap sebagai penentu arah masa depan eksplorasi Bulan, termasuk upaya persiapan misi ke Mars di tahun-tahun mendatang.
Stasiun penelitian yang direncanakan akan dilengkapi dengan sistem tenaga mandiri serta jaringan komunikasi, dan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas penelitian robotik serta kunjungan singkat kru manusia di sekitar kutub selatan Bulan.
