SpaceX Kuasai Lebih dari 50% Peluncuran Roket Orbit Global pada 2026

Dominasi SpaceX dalam industri peluncuran roket semakin menonjol sepanjang tahun ini. Dari total 320 upaya peluncuran roket ke orbit oleh seluruh dunia, lebih dari separuh digerakkan oleh SpaceX, mencatatkan 165 peluncuran sukses dengan Falcon 9. Angka ini menandakan peningkatan tajam dari rekor global sebelumnya dan menjadi penanda penting bagi kemajuan teknologi penerbangan antariksa era modern.

Secara statistik, pertumbuhan jumlah peluncuran global mencapai 23,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, SpaceX membukukan lonjakan 23,1 persen peluncuran hanya dalam satu tahun. Dalam rentang waktu lima tahun terakhir, perusahaan ini mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 660 persen dalam jumlah peluncuran.

Falcon 9: Kuda Kerja SpaceX

Peluncuran roket Starship memang seringkali menarik perhatian publik lewat berbagai momen dramatis. Namun, di sisi lain, Falcon 9 justru membuktikan diri sebagai tulang punggung operasional SpaceX. Roket ini secara konsisten berhasil mengantarkan muatan ke orbit, dengan hanya satu kegagalan pada proses pemulihan booster dari seluruh misinya.

Tercatat, Falcon 9 berhasil melakukan pemulihan booster sebanyak 162 kali sepanjang tahun, dengan satu unit booster bahkan sudah digunakan ulang hingga 32 kali dan masih beroperasi. Inovasi dalam teknologi penggunaan ulang roket yang semula dianggap mustahil, kini telah menjadi standar baru di industri ini.

Frekuensi Peluncuran Tinggi dan Tantangan Orbit

Menurut laporan Space.com, rata-rata SpaceX meluncurkan roket setiap dua hari sekali. Capaian ini hanya diimbangi oleh seluruh perusahaan dan lembaga peluncuran roket di dunia jika digabungkan. Fenomena ini menempatkan SpaceX sebagai pemimpin dalam efisiensi dan kuantitas peluncuran untuk sektor komersial dan eksplorasi luar angkasa.

Meskipun begitu, persaingan semakin ketat. Blue Origin dengan roket New Glenn dan Rocket Lab lewat debut Neutron Rocket menjadi rival potensial ke depan. Di sisi lain, China juga mencatatkan pertumbuhan pesat dalam jumlah peluncuran yang tidak bisa diabaikan.

Distribusi Muatan dan Dampak Lingkungan Orbit

Mayoritas peluncuran SpaceX di tahun ini didedikasikan untuk mengorbitkan konstelasi satelit Starlink milik perusahaan itu sendiri. Dari 165 peluncuran, sebanyak 123 di antaranya atau sekitar 74,5 persen digunakan untuk menambah armada Starlink. Kini, terdapat sekitar 9.000 satelit Starlink yang mengelilingi low-Earth orbit.

Kondisi tersebut membawa tantangan baru. Setiap tambahan satelit meningkatkan risiko tabrakan dan potensi terciptanya puing luar angkasa, mengingat salah satu satelit baru-baru ini mengalami kerusakan dan menciptakan risiko material berbahaya di orbit.

Kurangnya Regulasi dan Ancaman Kemacetan di Orbit

Sampai saat ini, belum ada sistem manajemen lalu lintas antariksa yang disepakati bersama di tingkat internasional. Fenomena ledakan jumlah satelit serta intensitas peluncuran menciptakan kemacetan lalu lintas antariksa yang dapat membahayakan aset luar angkasa global.

Perebutan dominasi antariksa antara Amerika Serikat dan China berjalan semakin sengit di tengah realitas pengurangan dana untuk NASA oleh pemerintah. Orientasi utama saat ini adalah membawa sebanyak mungkin perangkat ke orbit, meski tanpa sistem pengelolaan yang jelas.

Perbandingan Peluncuran Orbital 2025

Berikut gambaran sederhana perbandingan peluncuran orbital tahun ini berdasarkan data utama:

Peluncur Utama Jumlah Peluncuran Persentase dari Global
SpaceX (Falcon 9) 165 51,6%
Peluncuran Global Lain* 155 48,4%

*Kombinasi seluruh negara dan perusahaan lain.

Secara keseluruhan, kemajuan SpaceX dalam penggunaan ulang roket dan efisiensi peluncuran telah merevolusi standar industri antariksa. Pencapaian ini menjadikan Amerika Serikat tetap unggul, walaupun tantangan tata kelola dan regulasi eksplorasi luar angkasa akan terus menuntut solusi kolektif di masa mendatang. Adopsi teknologi baru dan pengelolaan risiko orbit menjadi isu krusial yang tengah dihadapi oleh semua pelaku industri di era lonjakan peluncuran orbital global.

Exit mobile version