
Pembangunan Digital Technology and Mixed-Use Park resmi dimulai di distrik Tay Tuu dan Phu Dien, Hanoi, Vietnam. Proyek ini dipimpin oleh FPT Corporation sebagai investor utama dan dinyatakan sebagai inisiatif besar tingkat kota yang berfokus pada pengembangan teknologi digital serta penciptaan lingkungan inovasi terintegrasi.
Proyek ini mendapat persetujuan dari Komite Rakyat Hanoi yang mengeluarkan dua keputusan resmi sebagai landasan hukum pelaksanaan. Dukungan pemerintah terlihat melalui model tata kelola kolaboratif, di mana negara bertugas dalam perencanaan kebijakan, pengawasan, serta pengembangan regulasi, sedangkan FPT langsung mengelola investasi dan operasi harian.
Fokus Utama Pengembangan Teknologi
Taman teknologi digital ini dibangun di lahan seluas 168,9 hektar. Sebanyak seperempat dari total luas lahan diprioritaskan untuk riset, pengembangan, serta produksi produk dan layanan teknologi digital.
Prioritas utama meliputi:
- Pengembangan perangkat lunak
- Platform digital untuk bisnis dan masyarakat
- Artificial intelligence dan big data
- Aplikasi Internet of Things (IoT)
- Blockchain serta aplikasi metaverse yang semakin tumbuh
Fasilitas yang dihadirkan tidak hanya pusat penelitian, tetapi mencakup lembaga pelatihan, inkubator teknologi, serta ruang kolaborasi untuk menghubungkan kampus, lembaga riset, dan perusahaan teknologi.
Infrastruktur Penunjang dan Lingkungan Ekosistem Teknologi
Selain difungsikan sebagai pusat inovasi, kawasan ini juga didukung infrastruktur lengkap seperti jalur transportasi internal, area parkir luas, serta ruang terbuka hijau dan fitur air. Hal tersebut dirancang agar seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi dalam suasana kerja yang kondusif dan bertaraf internasional.
Kawasan ini diharapkan menjadi ekosistem yang mendukung munculnya perusahaan rintisan, memperkuat perusahaan teknologi yang telah eksis, serta menarik minat talenta baik dari dalam maupun luar negeri untuk bergabung. “FPT percaya proyek ini akan memperkuat posisi Hanoi sebagai pusat sains dan teknologi nasional, sekaligus mewujudkan aspirasi membangun Silicon Valley versi Vietnam,” ujar Truong Gia Binh, Ketua FPT.
Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Industri
Proyek ini mencerminkan pola kemitraan strategis antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Model ini diterapkan untuk membangun lingkungan yang memenuhi standar global guna mendukung penelitian serta pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi.
Komite Rakyat Hanoi melalui wakil ketuanya, Truong Viet Dung, mengapresiasi upaya serius dan proaktif yang dilakukan FPT dalam hal penelitian maupun implementasi proyek. Menurutnya, kemitraan semacam ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kesinambungan dan keberhasilan taman teknologi digital Hanoi.
Selaras dengan Kebijakan Transformasi Digital Nasional
Inisiatif pembangunan kawasan teknologi ini senada dengan tujuan utama yang diatur dalam Resolusi No. 15-NQ/TW, yang menekankan peran Hanoi sebagai pusat ekonomi, budaya, pendidikan, dan ilmu pengetahuan negara. Selain itu, proyek ini ikut memperkuat penekanan dalam Resolusi No. 57-NQ/TW tentang pentingnya sains, teknologi, serta transformasi digital nasional sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.
Ekosistem Komprehensif untuk Kolaborasi dan Inovasi
Digital Technology Park Hanoi didesain sebagai pusat akselerasi inovasi. Di kawasan ini, berbagai pihak dapat membangun jaringan dan saling bersinergi:
- Peneliti dan tenaga ahli dari berbagai bidang
- Mahasiswa dan pengajar universitas terkemuka
- Perusahaan teknologi mapan dan startup inovatif
Model interkoneksi tersebut diyakini akan melahirkan solusi digital kelas dunia, meningkatkan daya saing industri teknologi Vietnam, sekaligus memperluas peluang kerja dan pengembangan karier berbasis teknologi tinggi.
Hingga kini, FPT tetap konsisten mendorong capaian strategis melalui penguatan fondasi ekosistem digital di Hanoi. Proyek ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur fisik, tapi juga ekosistem kolaborasi yang mampu bersaing di era global digital.





