Teknologi Unreal Engine Ciptakan Simulasi Raksasa Jaga Keamanan Proyek Teleskop Raksasa

Teknologi gaming kini menjadi kunci dalam pengembangan proyek antariksa senilai miliaran dolar. Para insinyur Giant Magellan Telescope (GMT), teleskop raksasa dengan cermin selebar 25,5 meter yang sedang dibangun di Pegunungan Atacama, Chile, menggunakan Unreal Engine untuk membuat simulasi virtual yang sangat rinci. Simulasi ini bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan tim teknis dalam mengoperasikan, memelihara, dan mengatasi tantangan kompleks proyek yang masih dalam tahap pembangunan sekitar 40% tersebut.

Unreal Engine, platform pembuatan game 3D yang juga dipakai dalam game terkenal seperti Fortnite dan PUBG, dipilih karena kemampuannya yang canggih dalam mereplikasi lingkungan fisik. Christopher Madden, insinyur mekanik senior GMT, menjelaskan bahwa penggunaan engine ini sangat membantu untuk melakukan simulasi pergerakan, pemolesan, dan pemeliharaan cermin-teleskop sebelum benar-benar dilakukan secara nyata. Sistem simulasi tersebut dinamai BOB (Builder of Observatory Behavior), yang memungkinkan para insinyur “bermain” di dalam replika digital teleskop setinggi 65 meter itu.

Keunggulan Unreal Engine untuk Simulasi GMT

Teknologi Nanite pada Unreal Engine memungkinkan tim GMT untuk memasukkan model 3D kompleks dengan tingkat detail luar biasa tanpa membebani perangkat keras. Madden menyebut teknologi ini sebagai “sebuah keajaiban” karena memungkinkan visualisasi geometri rumit dari struktur teleskop yang sangat besar. BOB menggunakan model mesh presisi centimeter-per-centimeter, mulai dari cermin raksasa hingga mekanisme rotasi yang bergerak perlahan untuk mengarahkan teleskop ke objek yang jaraknya miliaran kilometer.

Selain visual yang realistis, fitur Celestial Vault pada Unreal Engine versi 5.7 juga diintegrasikan. Fitur ini menyediakan data langit nyata dan peta bintang yang akurat berdasarkan lokasi teleskop, memperkaya pengalaman simulasi dengan kondisi langit sebenarnya di Atacama. Dengan demikian, proses pengoperasian dan pelatihan dapat dijalankan seolah-olah sedang berada di tempat sebenarnya.

Tantangan Perawatan dan Simulasi yang Dibutuhkan

Setiap cermin GMT memiliki berat sekitar delapan ton dan harus dilapisi ulang cahayanya setiap tiga bulan. Proses ini melibatkan pembongkaran sebagian teleskop dan memindahkan cermin ke bangunan di bawahnya untuk proses pelapisan ulang. Kerumitan dan risiko kerusakan yang tinggi membuat simulasi BOB sangat bernilai. “Kehilangan atau merusak satu cermin bisa menjadi bencana besar untuk proyek bernilai 2,5 miliar dolar ini,” ujar Ryan Kallabis, Direktur Komunikasi GMT.

Madden menambahkan, ruang operasi di lokasi sangat terbatas sehingga perencanaan mendetail sangat dibutuhkan. Dalam simulasi BOB, para teknisi bisa belajar mengatur peralatan lengkap, termasuk tangga, kotak alat, dan mengoordinasikan personel untuk efisiensi kerja dan keselamatan maksimal.

Pelatihan Dengan Pengalaman Gaming

Salah satu keunggulan BOB adalah kemudahan penggunaannya meski bagi mereka yang tidak terbiasa dengan perangkat lunak CAD. Madden mengungkapkan, cukup memiliki pengetahuan dasar tentang game video sudah cukup untuk menggunakan sistem ini. Dengan kontrol yang mirip game seperti tombol W, A, S, D pada keyboard atau menggunakan kontroler, pengguna bisa menjelajahi koridor teleskop sampai mengoperasikan alat bantu elevasi.

Simulasi bahkan memungkinkan mode drone untuk “terbang” melewati struktur besar dan mode multiplayer yang memungkinkan banyak pengguna di lokasi berbeda berkolaborasi sekaligus. Sistem ini juga memiliki video tutorial yang merekam proses rumit seperti penggantian roda motorized truck pada bangunan teleskop, yang sangat berguna bagi pelatihan berulang.

Melindungi Investasi dan Mendorong Penemuan

Proyek GMT dirancang untuk bertahan sekitar 50 tahun dan dengan kemampuan memproyeksikan eksoplanet mirip Bumi di alam semesta, tim bertekad menjaga instrumen tersebut tetap optimal dan aman dari kerusakan. Madden menegaskan, “Setiap persiapan yang dapat dilakukan sebelumnya sangat membantu mencegah kerusakan yang mungkin terjadi.”

Simulasi BOB membantu meringankan risiko finansial dan operasional dari proyek setinggi ini. Penambahan fitur realistik pada Unreal Engine memungkinkan penggunaan simulasi secara menyeluruh, membuka kemungkinan pelatihan yang lebih efektif di lokasi terpencil yang memiliki 300 malam cerah tiap tahunnya.

GMT tidak hanya menjadi teleskop terbesar dalam sejarah, tapi juga simbol keunggulan teknologi dan kolaborasi internasional dalam eksplorasi antariksa. Penggunaan platform gaming dalam teknologi satelit dan teleskop dapat menjadi model bagi proyek besar lainnya di masa depan.

Terkait