Peringatan Dini Angin Kencang: Cek Wilayah yang Berpotensi Terpengaruh dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan hujan lebat yang diprediksi terjadi pada 24-25 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul perkembangan Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di Samudra Hindia dan memengaruhi kondisi cuaca wilayah Indonesia bagian selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik dan selalu memperbarui informasi resmi dari BMKG. Ia menegaskan bahwa dengan kesiapsiagaan, risiko bencana akibat cuaca ekstrem bisa diminimalkan dan dampak negatif bisa dikendalikan.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S yang bergerak ke arah barat menjadi pendorong utama terjadinya peningkatan awan hujan. Kecepatan angin maksimum di sekitar siklon ini mencapai 28 km/jam dengan tekanan udara 1001 hPa. Pergerakan siklon ini menyebabkan pola pertemuan dan belokan angin dari Sumatra hingga Nusa Tenggara yang mempercepat pembentukan awan hujan.

Selain itu, Monsun Asia yang membawa seruakan dingin turut memperkuat kondisi atmosfer. Peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Equator, dan Kelvin, membuat pembentukan awan cumulonimbus semakin masif. Kondisi ini menyebabkan potensi hujan lebat dan angin kencang meningkat tajam terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

Wilayah Terdampak Angin Kencang dan Hujan Lebat

BMKG membagi status kewaspadaan cuaca berdasarkan wilayah sebagai berikut:

  1. Waspada (hujan sedang-lebat)

    • 24 Januari: Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Selatan.
    • 25 Januari: Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Bali, Maluku, Papua Pegunungan, Papua.
  2. Siaga (hujan lebat-sangat lebat)

    • 24 Januari: Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.
    • 25 Januari: Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
  3. Peringatan Dini Angin Kencang
    • 24 Januari: Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara.
    • 25 Januari: Banten, DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur.

Sejauh ini, tidak ada wilayah yang berstatus awas atau mengalami hujan sangat lebat ekstrem. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan siap mengupdate peringatan jika terjadi perubahan signifikan.

Respon dan Reaksi Masyarakat

Masyarakat di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Timur mengeluhkan angin kencang yang terasa sejak Sabtu pagi. Melalui media sosial, mereka membagikan pengalaman terkait hembusan angin yang cukup kencang hingga malam hari, serta perubahan cuaca yang tiba-tiba dan cukup ekstrem. BMKG menegaskan pentingnya masyarakat untuk menjaga keselamatan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

BMKG mengingatkan agar semua pihak, terutama yang berkaitan dengan transportasi darat, laut, dan udara, dapat merencanakan perjalanan lebih hati-hati. Pemantauan terhadap informasi BMKG dari sumber resmi sangat disarankan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan selama periode cuaca ekstrem ini.

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat perubahan cuaca signifikan dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar kondisi cuaca tidak mengganggu aktivitas dan keamanan sehari-hari.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button